Berita

Personel Lanud Supadio Latihan Menembak

Dibaca: 6 Oleh 26 Jan 2016Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Menjadi prajurit profesional tentunya harus dapat menembak dengan benar dan tepat. Hal ini bertujuan untuk mencapai postur prajurit TNI yang dapat dihandalkan dan siap menghadapi medan tugas apapun. Kecakapan menembak tidak datang dengan sendirinya, namun diperlukan latihan yang terus menerus dan berkesinambungan.

Diawal tahun 2016 sekaligus memasuki Triwulan I Seksi Senjata (Sisen) Dislog Lanud Supadio mengadakan latihan menembak bagi seluruh anggota Lanud Supadio dan Skadron Udara 1 di Lapangan Tembak Lanud Supadio, Selasa (26/1).

Latihan menembak berlangsung selama 4 hari dan dibagi menjadi 2 yaitu hari pertama dan kedua menembak laras panjang dengan menggunakan senjata SS 1 buatan Pindad yang diikuti seluruh anggota Lanud Supadio dan Skadron Udara 1 sedangkan hari ketiga dan keempat menembak pistol bagi para Perwira, Wara, anggota Pomau dan Intelpam,” jelas Kasi Senjata Lanud Supadio Mayor Tek Zulkifli.

Menurutnya, untuk laras panjang, menggunakan Senjata SS 1 buatan Pindad dengan jarak tembak 75 meter. Amunisi yang digunakan berjumlah 15 butir peluru ditambah 3 peluru sebagai percobaan. Adapun sikap tembak dibagi dua yaitu : sikap tiarap dan sikap duduk.

Baca juga:  Wara Iwj, Berbagi Kebahagiaan

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Tatang Harlyansyah, S.E menekankan utamakan safety dalam latihan menembak, baik disiplin dalam menggunakan senjata maupun lingkungan sekitar sehingga latihan menembak ini dapat berjalan lancar tanpa ada hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Selama kegiatan latihan menembak setiap personel harus melaksanakan dengan serius dan tidak main-main. Jadikan satu peluru itu bermakna dan jangan disia-siakan karena harga satu peluru sangat mahal sedangkan kita menembak ini gratis tidak dipungut biaya. Oleh sebab itu, setiap peluru yang ditembakkan haruslah mengenai sasaran,” jelas Danlanud

Disisi lain, lanjut Danlanud, latihan menembak ini dilaksanakan setiap triwulan, maka dari itu disetiap latihan tentunya hasilnya dapat meningkat. Untuk itu disetiap kegiatan menembak harus ada evaluasi sehingga akan ketahuan personel itu meningkat atau tidak hasil menembaknya. Bila meningkat tentunya akan menjadikan kebanggaan personel yang bersangkutan, namun bila menurun personel tersebut harus lebih giat lagi berlatih.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel