Berita

PERSONEL LANUD SUPADIO LATIHAN PHH

Dibaca: 13 Oleh 23 Feb 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Tentara dituntut harus profesional, begitu juga dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio, personelnya dituntut untuk profesional juga. Dengan latihan rutin, bertahap dan berkelanjutan personel Lanud Supadio melaksanakan latihan penanggulangan huru hara.

 

Sebanyak 1 kompi pasukan pertahanan pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio dengan seragam loreng melaksanakan latihan penanggulangan huru-hara di Apron Lanud Supadio, Rabu (23/2). Komando latihan dipimpin langsung oleh Kasi Kamhanlan Disops Lanud Supadio Mayor Psk Pronie, S.H.

 

Dalam arahannya Kasi Kamhanlan mengatakan personel yang bertanggung jawab melaksanakan pengamanan obyek vital seperti Bandara Supadio dan pesawat adalah pasukan pertahanan pangkalan. Jika ada orang yang akan mengganggu, merusak dan bahkan menguasai bandara maka sebagai pasukan pertahanan pangkalan harus siap untuk bertindak menangani kerusuhan tersebut dan menciptakan kondisi keamanan yang stabil kembali.

 

Lebih lanjut dikatakan, pasukan pertahanan dengan jumlah 1 kompi namun harus dapat mengamankan pangkalan walaupun jumlah demonstran/perusuh jauh lebih besar dibandingkan pasukan pangkalan.

 

Oleh karena itu dengan adanya latihan ini diharapkan seluruh pasukan pangkalan mendapatkan bekal teori, praktek sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan penanggulangan huru-hara oleh aksi-aksi demonstan/perusuh yang akan mengganggu maupun menguasai bandara.

Baca juga:  Prajurit Korpaskhas Melaksanakan Apel Gabungan

 

Pada kesmpatan ini, latihan yang diajarkan hanya bersifat teori dan praktek yang diperagakan di Apron Lanud Supadio, sedangkan skenario latihan sebenarnya akan dilaksanakan pada latihan Triwulan berikutnya dengan melibatkan satuan samping baik dari TNI/Polri dan masyarakat sebagai bulsi.

 

Adapun materi yang diajarkan antara lain : menyadarkan massa untuk membatalkan niatnya, menutup rute yang akan digunakan massa menuju sasaran, menjaga obyek vital di sekitarnya oleh pasukan perkuatan, menemukan dan menangkap pimpinan/penggerak massa, membubarkan dan menceraiberaikan massa, menutup rute menuju pusat kegiatan dan lain-lain, menangkap pimpinan/penggeraknya, mendorong, memecah belah, menggiring dan membubarkan massa.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel