Berita

Personel TNI AU di Lanud Halim Peringati Hari Pahlawan 2016

Dibaca: 5 Oleh 11 Nov 2016Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

“Melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, kita dapat mengambil makna yang terkandung di dalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita semua seperti taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para Pahlawan Bangsa”.

Demikian antara lain sambutan Menteri Sosial Kofifah Indar Parawangsa pada upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2016 yang juga diselenggarakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Bertindak selaku inspektur upacara Kolonel Pnb M. Mujib, S.T.,M.M., Komandan Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma, dihadiri oleh pejabat Lanud Halim Perdanakusuma dengan peserta upacara meliputi perwira, bintara, tamtama dan PNS TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma serta insubnya seperti Makoopsau I, Bekmatpus TNI AU, Sathar 23, Batalyon Komando 461 Paskhas dan lainnya.

Ditambahkan Mensos, “Dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, patriotisme progresif (mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri) harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sejalan dengan orientasi Trisakti tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla hadir dengan menawarkan VISI transformatif:  “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.”  Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA,” jelasnya.

Baca juga:  Demo Cek Sound System di Lanud Sultan Hasanuddin

Mensos juga mengutip sambutan Bung Karno pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1956, setahun setelah Pemilihan Umum pertama tahun 1955 disebutkan “Kelemahan jiwa kita ialah, bahwa kita kurang percaya kepada diri kita sendiri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar-negeri, kurang percaya-mempercayai satu sama lain, padahal kita ini pada asalnya ialah rakyat gotong-royong, kurang berjiwa gigih melainkan terlalu lekas mau enak dan ‘cari gampangnya saja’. Dan itu semua, karena makin menipisnya ‘rasa harkat nasional’,–makin menipisnya rasa ‘national dignity’–, makin menipisnya rasa bangga dan rasa-hormat terhadap kemampuan dan kepribadian bangsa dan rakyat sendiri,” ungkap Mensos.

Rangkaian acara pada upacara Hari Pahlawan 2016 di Lanud Halim Perdanakusuma antara lain pengibaran bendera, penghormatan kepada inspektur upacara, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan teks Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, pembacaan pesan pahlawan, sambutan dan pembacaan doa.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel