Berita

Personel TNI AU di Wilayah Medan Peringati Hari Ibu Ke-90 dengan Hikmat

By 24 Dec 2018 January 4th, 2019 No Comments
Danlanud_Soewondo_Kolonel_Pnb_Dirk_Poltje_Lengkey_selaku_Irup_saat_membacakan_amanat_Menteri_Pemberdayaan_Perempuan_dan_Perlindungan_Anak_RI_Yohana_Yembise.
#TNIAU #TNI-AU

TNI AU. Segenap personel TNI AU di wilayah Medan, baik militer maupun PNS Lanud Soewondo, Kosekhanudnas III, Wing III dan Yonko 469 Paskhas, melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari Ibu ke-90 tahun 2018 bertempat di apron charlie Lanud Soewondo, Sabtu (22/12).

Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey bertindak selaku Irup pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise menyampaikan bahwa hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui kongres perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan IndonesiA. hakekat Peringatan Hari IBU (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional bukan hari libur.

PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Di lain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change).

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan dan laki-laki keduanya adalah “parthnership” sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Bertepatan dengan PHI ke-90 tahun 2018 ini telah diusung tema : ‘Bersama Meningkatkan Peran Perempuan Dan Laki-Laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Kesejahteraan Bangsa”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif, dan lain-lainnya.

Tentunya diperlukan berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama/pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai, karakter dan budi pekerti. Ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai dan religius. Perlibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan dan pencapaian kesetaraan gender. He For She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput. Untuk itu dengan terselenggaranya Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan yaitu OASE, Kongres Wanita Indonesia (Kowani). TP PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya yang selalu bersama-sama terlibat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu. Harapan saya, Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan, jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Danlanud.

Usai upacara, Danlanud Soewondo menyampaikan pesan kepada segenap peserta upacara supaya menyampaikan ucapan “Selamat Hari Ibu” kepada Ibu masing-masing, meskipun disampaikan melalui via telepon. Sosok Ibu merupakan penyemangat sejati bagi setiap anak dalam mengarungi kehidupan. Bersyukur bagi kita yang masih memiliki Ibu. Untuk itu, jangan ditunda-tunda, lansung laksanakan setelah kegiatan upacara ini selesai, pungkas Danlanud.

Upacara yang berlangsung lancar dan hikmat ini turut dihadiri oleh Panglima beserta para Asisten Kosekhanudnas III, Wadanwing III Paskhas, para kepala dinas Lanud Danyonko 469 Paskhas.

Leave a Reply