Berita

Personil Lanud J.B Soedirman Menerima Pengetahuan dan Keterampilan Tentang Basic Life Support

Dibaca: 22 Oleh 04 Jun 2020Tidak ada komentar
PERSONEL LANUD J.B. SOEDIRMAN MENERIMA PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TENTANG BASIC LIFE SUPPORT
#TNIAU 

TNI AU.  Dengan banyaknya berita tentang kematian yang disebabkan oleh serangan/henti jantung, maka Komandan Lanud J.B. Soedirman Letnan Kolonel Pnb Arie Sulanjana, S.T., M.P.M., memerintahkan kepada Ps. Kakes Lanud JBS Lettu Kes dr. Yohan P Sinaga untuk melaksanakan kegiatan Refreshing dengan materi pengetahuan dan keterampilan tentang Basic Life Support/bantuan hidup dasar. Sebagai tindakan antisipatif bila menemukan orang dengan kondisi tidak sadar dan henti jantung, Rabu (03/06/2020) di Lapangan Olah Raga Lanud JBS, sebelum pelaksanaan program olah raga lari siang. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Kegiatan Refreshing pengetahuan dan keterampilan tentang Basic Life Support ini di ikuti oleh seluruh personel Lanud JBS dengan tujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman dan pengetahuan personel. Menurut keterangan Lettu Kes dr. Yohan P Sinaga, pengetahuan dasar dan pelatihan Resusitasi Jantung Paru (CPR) yang tepat (baik dan benar) bisa menjadikan siapapun, dapat membantu menyelamatkan korban henti jantung mendadak. Ilmu bermanfaat ini juga mampu memperpanjang kesempatan hidup korban.

Baca juga:  PIA AG BAKORCAB MADIUN ADAKAN LOMBA VOLY

Peningkatan kejadian gangguan jantung ini, membuat kita harus semakin waspada mengenai kondisi sekeliling kita. “Bukan tidak mungkin seseorang yang setiap hari kita temui, bisa saja menjadi korban serangan jantung, yang sangat membutuhkan pertolongan orang – orang di sekitarnya,” jelas Ps. Kakes Lanud JBS.

Pada kegiatan tersebut Lettu Kes dr. Yohan P Sinaga, memberikan contoh cara melaksanakan Resusitasi Jantung Paru yang baik dan benar seperti kegiatan pemberian sirkulasi darah yang mencukupi ke jaringan melalui pelaksanaan kompresi dada. Memastikan jalan nafas penderita dalam kondisi bebas dari benda yang menyumbat mulut. Pemberian bantuan nafas melalui mulut untuk menjamin ketersediaan udara/oksigen di paru – paru penderita.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel