Berita

PERTEMUAN RUTIN PIA AG CABANG 4/D I LANUD HUSEIN S.

Dibaca: 3 Oleh 22 Apr 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Persatuan Isteri Angkatan Udara (PIA) Ardhya Garini Cabang 4/Daerah I Lanud Husein Sastranegara menyelenggarakan pertemuan rutin yang diadakan setiap dua bulan sekali. Pertemuan diikuti oleh pengurus dan anggota PIA AG, Wara serta ibu-ibu PNS Lanud Husein Sastranegara, bertempat di Graha Antariksa Lanud Husein Sastranegara, Bandung, (19/4).

Pertemuan diawali dengan sambutan Ketua PIA AG Cabang 4/ Daerah I Lanud Husein Sastrangara Ny Dine Sri Pulung D., yang dalam sambutannya

menyampaikan pertemuan yang kita selenggarakan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silahturahim antara pengurus PIA Ardhya Garini dengan anggota PIA Ardhya Garini, personel Wara dan ibu-ibu PNS Lanud Husein Sastranegara.

Perlu Ibu-ibu pahami, kita berada dalam satu wadah yang sama yang menyatukan kita sehingga kita akan mengalami rasa senasib dan sepenanggungan yang sama pula. Oleh karena itu, saya mohon keterbukaan hati dan pikiran kita bersama untuk saling memperhatikan rekan kita satu sama lain, lebih peduli dengan kesulitan atau kesusahan orang lain. Tidak mengedepankan sikap ego yang berlebihan yang dapat menimbulkan empati negatif dari rekan lainnya.

Baca juga:  Panglima TNI : “ Dalam Setiap Pelaksanaan Tugas Pokoknya, TNI Harus Bersatu dan Manunggal Bersama Rakyat”

Acara pertemuan ditutup dengan ceramah hukum yang disampaikan oleh Kepala Hukum Lanud Husein Sastranegara Mayor Sus Erwin Kristiyono, SH., MH., dalam materi Kakum mengatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan/penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melaksanakan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Ada empat jenis kekerasan dalam rumah tangga yang tergolong dalam tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2004, diantaranya kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran rumah tangga.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kekerasan fisik, psikis dan seksual tersebut merupakan delik aduan, sementara penelantaran rumah tangga merupakan delik absolut dimana tanpa adanya pengaduan pihak korbanpun dapat diproses secara hukum.

Lingkup rumah tangga yang dimaksud dalam undang-undang tersebut meliputi suami, istri dan anak; orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan dan perwalian, yang menetap dalam rumah tangga; orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.

Baca juga:  KESEMPATAN MENJADI PRAJURIT BINTARA TNI AU

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel