Berita

PERTEMUAN RUTIN WARA BANDUNG DI MAKORPASKHASAU

Dibaca: 7 Oleh 25 Jan 2012Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) yang berdinas di wilayah Bandung melaksanakan pertemuan rutin setiap dua bulan sekali dimana untuk kesempatan bulan ini diadakan di Markas Korps Pasukan Khas TNI  Angkatan Udara (Makorpaskhasau) Bandung, Selasa (24/1), yang dihadiri sekitar 100 personel Wara.

Diawali sambutan dan pengarahan dari Perwira Koordinator (Pakor) Wara Bandung, Letkol Kes Erlina, B.Sc., yang dalam hal ini diwakili oleh Letkol Sus Lia Kuswelia, yang menyampaikan himbauan kepada seluruh Wara untuk selalu mengedepankan disiplin pribadi dalam bertugas, menjaga integritas dan jati diri sebagai Wara, serta memupuk jiwa korsa agar senantiasa tercipta kekompakan dan kebersamaan.

Acara selanjutnya adalah perkenalan anggota Wara yang baru berdinas di Bandung sejumlah delapan orang tersebar di kesatuan RSAU Tk. II Dr. Salamun (5 orang), Sekolah Bahasa Husein Sastranegara (2 orang), serta satu orang berdinas di Seskoau.

Seusai perkenalan dilanjutkan dengan ceramah kesehatan yang disampaikan oleh Letkol Kes Dr. Faisal, M.Erg, SP.PK., Kepala Kesehatan Makorpaskhasau.   Materi yang disampaikan adalah tentang “Flu Burung”.  Penyakit yang dulunya hanya menyerang unggas ini kemudian dapat pula menyerang manusia.    Dalam ceramahnya Dokter lulusan Perwira Karier Tahun 1995 ini menjelaskan bahwa saat ini Flu Burung kembali mewabah.  “Menurut penelitian Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya paling banyak terpapar oleh wabah ini, dan Propinsi Jawa Barat khususnya di daerah Garut, Banjaran, dan Soreang yang banyak terdeteksi kasus flu burung”, jelas Kakes.    Penyakit yang disebabkan oleh virus avian subtype H5N1 dapat menyerang manusia yang umumnya mempunyai gejala-gejala antara lain demam, batuk, lemas, sakit tenggorokan, muntah, tidak nafsu makan, nyeri sendi, dan nyeri perut.    Penularannya bisa karena terpapar dari telur unggas, sementara pengobatan yang diberikan sampai saat ini bersifat simtomatik.   “Pemerintah menyediakan obatnya yaitu Tamiflu, dan dapat diperoleh di RS pemerintah”, jelas Dr. Faisal.

Baca juga:  Siswa Ado Sintelau Praktek Interpretasi Di Dissurpotrudau

Pencegahan yang paling dini dapat dilakukan adalah dengan membersihkan secara seksama dan memasaknya dengan benar bila kita akan mengkonsumsi telur atau daging unggas, misalnya ayam.   “Masih ada asumsi pada sebagian masyarakat bahwa mengkonsumsi telur mentah baik bagi kesehatan, apadahal asumsi itu salah besar, justru kita sangat dianjurkan untuk memasak telur mentah karena virus ataupun bakteri yang mungkin terikut dalam telur tersebut dapat mati pada suhu 80C”, tegas Kakes.

Hal lain yang perlu diwaspadai menurut dokter kelahiran Sorong ini adalah kekhawatiran World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia bahwa timbul kolaborasi antara virus flu yang  biasa menjangkiti manusia dengan virus flu burung,   bila ini terjadi maka virus baru akan menyebar cepat seperti virus flu manusia dengan keganasan seperti virus flu burung.

Tentunya selain memasak dengan benar, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan badan sebelum maupun sesudah menangani unggas.   Tidak hanya unggas yang dikonsumsi tetapi juga unggas peliharaan.

Seusai ceramah sekitar setengah jam, dilanjutkan dengan tanya jawab yang langsung disambut hangat oleh Wara dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar pencegahan dan penanganan Flu Burung ini.

Baca juga:  Lanud Sultan Hasanuddin Menyerahkan Media Pembelajaran Edutainment

Sebagai ucapan terima kasih atas kesediaan Dr. Faisal memberikan ceramah kesehatan, mewakili Wara yang hadir, Letkol Sus Lia Kuswelia menyerahkan cendera mata berupa replika pesawat Sukhoi kepada Dr. Faishal.  Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan doa bersama.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel