Berita

PERUSAHAAN TEMPO MEDIA SURVEI KE TPST LANUD HALIM P.

Dibaca: 49 Oleh 13 Jun 2014Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

P.T. Tempo Media Tbk, Jakarta yang menerbitkan Majalah dan Harian Tempo melaksanakan survei keTempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (12/6). Survei dipimpin oleh Diah Purnomowati, Secretary Corporate bersama empat personel lainnya untuk studi banding dalam rangka pembuatan TPST di lingkungan kantor baru perusahaan di Palmerah.

Menurut Diah Purnomowati, sebagai bentuk kepedulian sosial Perusahan Tempo Media Tbk., terhadap kondisi masyarakat yang ada disekelilingnya, pimpinan perusahaan berinisiatif membangun TPST agar lingkungan masyarakat di sekitar kantor tetap bersih, rapi dan asri. Ditambahkan, dari beberapa tempat TPST di Jakarta yang disurvei, umumnya belum operasional secara aktif. Untuk itu, akhirnyadiperolehinformasi bahwadi Lanud Halim Perdanakusuma terdapat satu TPST yang telah beroperasional dengan baik.

Selama di TPST Lanud Halim Perdanakusuma, tim diterima Serma Asep Riyanto pengelola TPST yang menjelaskan rangkaian pengolahan sampah sebelum menjadi kompos dan digunakan sebagai pupuk organik. Untuk itu, tim selain melihat proses pengolahan sampah juga melaksanakan pengambilan gambar dan merekam penjelasan pengelola TPST melaluihandycamserta tanya-jawab dengan para pekerjanya.

Baca juga:  Natal Bersama di Lanud El Tari

Dijelaskan Serma Asep Riyanto, TPST Lanud Halim Perdanakusuma dibangun sejak 2007 bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi DKI Jakarta. Memiliki luas sekitar 2000 meter persegi dan cukup jauh dari pemukiman penduduk. Didalamnya terdapat tiga hanggar untuk memilah dan memroses sampah menjadi kompos yang dibangun oleh Dinas PU secara bertahap. Setiap hari terdapat tiga armada rodaempatyang mengambil sampah dua hingga tiga kali per armada di seluruh kantor dan pemukiman di Lanud Halim Perdanakusuma.

Sekitar 20 ton sampah yang dikumpulkan kemudiandipilah menjadi tiga bagian yaitu sampah organik, plastik dan kertas. Untuk sampah organik setelah dipilah dan dianginkan kemudian dimasukkan ke dalam mesin komposter dengan ditambahkan bakteri E4 dan diinapkan selama empat hari. Setelah empat hari sampah organik dikeluarkan dari mesin komposter dan telah menjadi kompos. “Tanpa mesin komposter, sampah organik memerlukan waktu sekitar 40 hari agar menjadi kompos, sehingga mesin kompostermempercepat proses pembuatan kompos,” ujar Serma Asep Riyanto.

Tim juga melihat perkebunan sayur-mayur meliputi sayuran kangkung, mentimun, cabe, bawang merah, pare dan lainnya serta proses pembibitannyadi lingkungan TPST sebagai tempat pemakaian kompos TPST Lanud Halim Perdanakusuma.

Baca juga:  Komandan Lanud Leo Wattimena Bersama Forkompinda Pulau Morotai Laksanakan Kegiatan Sosial Di Empat Desa

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel