Berita

Perwira Lanud Iswahjudi Selaku Prajurit TNI, Harus Siap Perang

Dibaca: 17 Oleh 08 Agu 2016Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Sebagai bekal bagi Perwira bila ditugaskan di daerah konflik di dalam negeri maupun luar negeri, Diskumau bekerja sama dengan ICRC (International Comite Of The Red Cross), melaksanakan sosialisasi Hukum Humaniter International, Hukum Udara, dan Hukum HAM bagi Perwira Lanud Iswahjudi, Kamis (04/8).

Sosialisasi Hukum Humaniter International, Hukum Udara, dan Hukum HAM yang diikuti oleh 40 Perwira Pertama dan Perwira Menengahtersebutdibuka langsung oleh Kadiskumau Marsekal Pertama TNI S. Damanik, S.H., M.H,,dan dihadiri oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han) beserta pejabat Lanud Iswahjudi dan Insub.

Pada kesempatan tersebutKadiskumau Marsekal Pertama TNI S. Damanik, S.H., M.H. menyampaikan bahwa sosialisasi ini dimaksudkan untuk membekali para Perwira agar memiliki kemampuan dalam memahami prinsip-prinsip Hukum Humaniter, Implementasi Hukum HAM serta kaidah-kaidah dalam Hukum Udara yang sangat relevan dan aplikatif dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian di lapangan.

Sedangkan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han), pada kesempatan yang sama berharap agar apa yang disampaikan tim sosialisasi mampu meningkatkan profesionalitas dan soliditas para Perwira Lanud Iswahjudi dan Insub yang muaranya mampu menghasilkan prajurit TNI AU yang terlatih dan professional.

Baca juga:  F-16/IGHTING FALCON, PAM IBU KOTA

Dibagian akhir sosialisasi pembicara dari ICRC (International Comite Of The Red Cross) Brigjen TNI Pur Nastri Anshari S.H.LL.M., menyampaikan bahwa ICRC berperan sebagai pemelihara Hukum Humaniter Internasional (HHI)yang merupakan salah satu dari instrument terkuat yang dimiliki oleh masyarakat internasional untuk memastikan keselamatan dan martabat manusia di masa perang, sekaligus berupaya memelihara kemanusiaan dengan berpedoman pada prinsip bahwa perang pun ada batas-batasnya yang tersebar di 80 negara dan bermarkas pusat di Geneva.

Selesai dilaksanakan sosialisasi yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, diharapkan para Perwira Lanud Iswahjudi maupun Insub lebih memahami dan mampu menerapkan Hukum Humaniter Internasional dan HAM didalam penugasan di daerah konflik. Selanjutnya acara ditutup dengan dengan diserahkannya sertifikat kepada seluruh peserta oleh Kasuditkumdirga Kolonel Pnb Supri Abu, SH., MH., mewakili Kadiskumau

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel