Berita

PESAWAT “AVIA KHATULISTIWA” CRASH LANDING

Dibaca: 7 Oleh 19 Okt 2012Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Pesawat Avia Khatulistiwa dengan No. Registrasi PK-JOI jenis Boeing 737-400. menginformasikan ke Tower Bandara Supadio bahwa pesawat minta ijin mau landing, Kamis (18/10), saat mendarat (touch down) dari runway 15 pesawat kendali, pesawat mengalami swing ke kiri landasan dan jatuh terjerembab dekat taxi A. Terlihat di sebelah kiri pesawat tepatnya pada engine terdapat kepulan api dan asap yang membumbung tinggi yang mengakibatkan kerusakan engine pesawat.

Melihat pesawat mengalami crash keluar runway dan terbakar, pengatur lalu lintas udara segera menekan crash bell selama 10 detik yang menyatakan keadaan darurat. Bunyi sirine mengalun selama satu menit yang menandakan adanya pesawat dalam keadaan emergency, kemudian dengan sigap masing-masing petugas melaksanakan fungsi tugasnya masing-masing.

Sementara itu Tower Bandara Supadio langsung menyampaikan berita kejadian tersebut ke General Manager Bandara Supadio dan Operation Services Manager serta Security Bandara yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas penolong. Kendaraan Pemadam Kebakaran (PK) Lanud Supadio dan Pemadam Kebakaran (PK) Bandara Supadio bersama-sama untuk memadamkan api sedangkan ambulance Rumkit Lanud Supadio meluncur kearah TKP untuk memberikan pertolongan kepada penumpang pesawat bersama-sama dengan tim BASARNAS Pontianak. Personel pengamanan langsung menuju ke TKP untuk mengamankan TKP.

Baca juga:  Danlanud Rai Menerima Kunjungan Pasis Seskoad

Tim penolong melaksanakan evakuasi korban ke tempat yang aman dan diadakan tindakan medis oleh personel Rumkit Lanud Supadio, yang dibedakan menjadi 4 tempat yaitu tempat yang dipasang bendera warna hijau untuk evakuasi korban yang luka ringan atau tidak terluka yang, bendera warna kuning untuk evakuasi korban luka sedang dan memerlukan penanganan agar tidak semakin parah dan bendera warna merah para korban yang luka dan memerlukan pertolongan segera serta bendera warna hitam untuk para korban yang meninggal dunia.

Rangkaian peristiwa di atas merupakan simulasi latihan penanggulangan gawat darurat dan Crash Team “Avia Khatulistiwa 2012” di Bandara Supadio, yang diikuti oleh beberapa unsur Pangkalan TNI AU Supadio dan PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio.

Latihan ini bersandi “Avia Khatulistiwa 2012” dengan melibatkan kekuatan sebanyak 50 personel dari Lanud Supadio dan Batalyon 465 Paskhas serta personel dari Bandara Supadio Pontianak, ungkap Kapten Lek Eka Yawendra yang merupakan salah satu peserta latihan.

Menurut Kadisops Lanud Supadio Letkol Pnb Deni H. Simanjutak selaku penanggungjawab latihan, mengatakan bahwa latihan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang latihan penanggulangan gawat darurat dan latihan crash team dengan tujuan agar sewaktu-waktu terjadi kejadian yang sebenarnya personel Lanud Supadio dan Bandara Supadio dapat melaksanakan tindakan penanggulangan, sehingga dapat mengurangi kerugian personel maupun materiil yang diakibatkan oleh accident/incident pesawat TNI AU maupun penerbangan sipil di Bandara Supadio.

Baca juga:  Satbravo 90 Paskhas Ikuti Kejuaraan Menembak Danpaspampres Cup 2018

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel