Berita

PESAWAT C-212-100 TAIL NOMOR A-2102 DISERAHKAN KEPADA UNSURYA

Dibaca: 12 Oleh 02 Sep 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Keberadaan Pesawat C-212-100 tail nomor A-2102 dari Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh yang telah banyak menorehkan tinta emas bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia serta berbagai operasi yang telah dilakukan untuk mengharumkan nama Indonesia, kini telah diserahkan kepada Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), untuk digunakan sebagai Alat instruksi (Alins) atau alat penolong instruksi (Alongins) di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya). Jumat, (30/8).

Penyerahan Pesawat C-212-100 dengan Noreg A-2102 tersebut, ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara serah terima Pesawat C-212-100 A-2102 dari Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama TNI Gutomo, S. IP kepada Rektor Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Marsekal Purn. DR. A. Dirwan, M. Sc, Jum’at (30/8) yang bertempat di Hanggar Skadron Teknik 022 Lanud Abd Saleh.

Danlanud Abd. Saleh berharap, dengan diserahkannya Pesawat C-212-100 A-2102 kepada Universitas Unsurya tersebut, nantinya dapat dimanfaatkan untuk digunakan sebagai Alins/Alongins yang diperlukan di Universitas Dirgantara Unsurya dalam proses belajar mengajar bagi para Mahasiswanya. Karena sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa upaya untuk mentransformasikan teknologi dan informasi kepada generasi penerus harus terus kita lakukan, agar berbagai hal yang telah kita lakukan dapat disimak kembali dan dijadikan referensi para generasi penerus, sehingga upaya kita untuk menjadikan NKRI jaya dapat diwujudkan di masa depan sebagaimana yang kita harapkan bersama, demikian disampaikan Danlanud Abd Saleh, Marsekal Pertama TNI Gutomo, S. IP.

Baca juga:  Ketua PIA AG Lanud Rembiga Tinjau Langsung Tumbuh Kembang Balita

Pesawat C-212-100 A-2102 tersebut telah banyak ikut andil dalam Operasi-Operasi maupun misi-misi yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara yang meliputi Operasi Seroja pada tahun 1985-1990, Operasi Malirja (Maluku-Irianjaya) pada tahun 1977-1990, Operasi Rencong Terbang pada tahun 1985-1987, Operasi Hujan Buatan pada tahun 1981 dan Potrud (Potret Udara) pada tahun 1986.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel