Berita

Pesawat Hercules C-130 Sampai Museum Pusat TNI AU, Kadisaero Gelar Syukuran.

Dibaca: 138 Oleh 03 Okt 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Kedatangan Pesawat C-130 Hercules A-1301 setelah melalui perjalanan panjang selama tujuh hari 10 jam. Pesawat dengan bentang sayap 40 meter, panjang 30 meter, dan tinggi 10 meter ini dibawa dari Lapangan Udara Sulaiman, Bandung pada 22 September lalu dalam 10 truk tronton, akhirnya sampai ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Jumat, (29/9).

Pimpinan TNI AU melalui Kadisaero Marsma TNI Dento Priyono menggelar syukuran, Sabtu 30/9, bertempat di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Kadisaero dalam sambutanya menyampaikan rasa bangga dan terharu, pesawat hercules C-130 sebesar itu sampai diyogyakarta, meski penuh cerita dan dinamika dalam sepanjang perjalanan, luar biasa. Bahkan setiap itungan jam dan hari selalu melaporkan kepada Kepala Staf Angkata Udara (KSAU), paparnya.

Orang Nomor satu di Dinas Aero tersebut mengatakan bahwa, perintah menggeser pesawat dari Makor Paskhas Bandung itu sudah sejak bulan Maret 2107 lalu. Namun karena ada pertimbangan dinas, baik waktu, kesibukan tugas kerja, sehingga baru saat ini tepatnya akhir Oktober 2017 baru bisa terlaksana.

Baca juga:  Tenaga Ahli BNPB Lakukan Verifikasi Heli BNPB di Lanud Supadio

Kadis Aero memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim pengangkut Hercules C-130, juga pomau, Intelud, dan Penerangan Lanud Adisutjipto, yang selalu bekerjasama dengan baik, sehingga rasa syukur ini akan sangat terasa, karena semua berjalan sesuai rencana dan yang lebih menggembirakan adalah Pesawat Hercules sudah sampai Muspusdirla Yogyakarta. Untuk itu saat ini kita merealisasikan rasa syukur kita dengan menyembelih 3 ekor kambing, selain kita memanjatkan doa juga mari menikmati daging kambing ini sampai habis, khususnya dari tim pengangkut yang sudah luar biasa bekerja.

Sementara Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin mengatakan pesawat ini akan menjadi tambahan koleksi museum, sehingga akan menjadi museum yang kita harapkan dengan konsep edutainmen, edukasi dan entertainmen.

Selain itu, Kamuseum juga mengapresiasi masyarakat yang mendukung mobilitas koleksi museum ini selama perjalanan yang cukup jauh. Waktu angkut yang dibutuhkan ternyata lebih panjang dari perkiraan. “Perkiraan hanya empat sampai lima hari, ternyata sampai seminggu,” Menurutnya, hal ini dikarenakan sejumlah kendala yang terjadi selama proses perjalanan. Halangan ini umumnya berkaitan dengan ketinggian seperti pohon, kabel, dan jembatan. Bahkan, timnya harus mengalami pecah enam ban dalam tiga momen yang masing-masing hanya berselang 15 menit ketika masuk areal Wates, Kulonprogo, paparnya.

Baca juga:  KUKER PANGLIMA KOHANUDNAS DI PUSDIKLAT HANUDNAS SURABAYA

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel