Berita

PESAWAT INTAI MUSUH DI “FORCEDOWN” KE LANUD SOEWONDO MEDAN

Dibaca: 1 Oleh 02 Jul 2012Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Kosek Hanudnas III telah mem-forcedown (memaksa mendarat) pesawat pengintai B-737 musuh ke Lanud Soewondo Medan. Jumat, (29/6). Pesawat intai tersebut sebelumnya tertangkap oleh radar milik Satuan Radar 231 di Lhokseumawe Aceh yang kemudian dilaporkan ke Posek Kosek Hanudnas III di Medan untuk diidentifikasi.

Setelah dipastikan bahwa pesawat tersebut tidak dapat diidentifikasi (dikenal dengan istilah “Lasa X”) maka Pangkosek Hanudnas III segera melaporkan hal tersebut kepada Kohanudnas yang kemudian memerintahkan tiga pesawat Tempur Sergap (TS) Hawk 100/200 dari Skadron 12 yang saat itu sedang melakukan patroli CAP (Combat Air Patrol) di wilayah dekat dengan “Lasa-X” tersebut untuk berbelok dan melakukan indentifikasi secara visual.

Kemudian para penerbang TS dari Skadron-12 (yang didalamnya juga on-seat Pangkohanudnas) melaporkan ke Posek Kosek hanudnas III bahwa “Lasa-X” tersebut adalah pesawat pengintai jenis B-737. Setelah dilakukan crosscheck dan identifikasi korelasi dengan FCIS (Flight Clearance Information System) online oleh Asintel Kosek Hanudnas III, maka pesawat pengintai B-737 tersebut dipastikan tidak memiliki ijin untuk memasuki wilayah teritorial Indonesia dan melakukan pengintaian. Pangkosek Hanudnas III segera melaporkan hal tersebut ke Kohanudnas yang kemudian memerintahkan untuk dilaksanakan forcedown ke Lanud Soewondo Medan.

Hal di atas adalah merupakan salah satu skenario “Latihan Hanudnas Perkasa C TA 2012.” Latihan yang berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 28 s/d 29 Juni 2012 tersebut merupakan latihan Hanud yang dilaksanakan oleh Kohanudnas guna melatih satuan jajaran di bawahnya dalam hal ini Kosek Hanudnas III beserta seluruh unsur jajarannya, serta melatih unsur Hanud lainnya yang dimiliki oleh TNI. Latihan Perkasa C/12 kali ini bertemakan “Kosek Hanudnas III Selaku Pelaksana Operasi Pertahanan di Udara Melaksanakan Operasi Pengamanan Udara Secara Terpadu Untuk Menegakkan Kedaulatan dan Hukum di Wilayah Udara Nasional”.

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsekal Muda TNI FH. Bambang Soelistyo yang didampingi oleh Panglima Kosek Hanudnas III, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, SE, beserta para Asisten Kosek Hanudnas III menjelaskan bahwa Latihan Perkasa tersebut merupakan latihan kesiapan antar satuan yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional unsur-unsur Hanud TNI, sehingga terwujud sistem pengamatan dan penangkalan yang handal terhadap setiap bentuk ancaman kekuatan udara asing di wilayah yuridiksi nasional sedangkan sasaran latihan adalah diaplikasikan dan diterapkannya Doktrin Operasi Gabungan TNI, Doktrin Hanud dan Doktrin Angkatan.

Unsur/satuan yang dilibatkan dalam latihan kali ini adalah Kohanudnas, Kosek Hanudnas III, unsur Lanud Soewondo, Lanud Rusmin Nurjadin, Satrad 231/Lse, 232/Dmi, 233 Sab dan 234/Sbg, Pesawat Tempur Sergap Hawk 100/200 Skadron-12 Pekanbaru, Pesawat C-130/A-1319 Skadron-32 ABD Saleh, KRI Diponegoro, Den Rudal 004 Dumai, Yon Arhanud 13 Pekanbaru serta Unsur Hanud terkait lainnya.

Baca juga:  Bersempena HUT Ke-75 TNI, Danlanud Bantu Warga Kurang Mampu

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel