Berita

“PESAWAT LANUD ISWAHJUDI TERTEMBAK MUSUH”

Dibaca: 4 Oleh 26 Apr 2012Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Terdengar berita dari Ruang Operasi (Ruops) Lanud Iswahjudi bahwa sebuah pesawat tempur Lanud Iswahjudi yang sedang melaksanakan Armed Reconnaissance tertembak di daerah musuh, dan dikabarkan pula penerbang dapat melepaskan diri dari pesawat dengan menggunakan kursi lontar (ejection seat) dan jatuh di daerah yang dikuasai musuh.

Eject yang dilaksanakan ternyata mendarat di air, selama di air penerbang tersebut segera melaksanakan survival, akan tetapi mendapat pengintaian dari udara oleh pesawat musuh, sehingga penerbang yang pesawatnya tertembak tersebut mengumpulkan benda-benda alat bantu survival yang berada di kursi lontar untuk bertahan hidup di air dengan cara menghilang dari permukaan air bersembunyi dibawah Dinghy One Man (perahu karet untuk satu orang) sambil menuju ke daratan.

Dengan menggunakan peralatan navigasi kompas dan GPS, awak pesawat tersebut dapat mengetahui FEBA (Forward Edge Battle Area) atau garis terdepan medan pertempuran. Dalam pelariannya, penerbang yang melaksanakan survival (survivor), dengan terpaksa melakukan kontak senjata karena kondisi memaksa dan sudah mendekati daerah kawan. Akhirnya awak pesawat tersebut dapat melumpuhkan lawan yang sedang berpatroli dan berhasil melintasi FEBA dengan cepat.

Dengan segala kemampuannya survivor masih dihadapkan pada kondisi jalan setapak terjal dan banyak sekali rintangan. Dalam pelariannya menuju zona aman tak dapat diteruskan karena gelapnya hutan tak memungkinkan melanjutkan perjalanan sehingga memaksa penerbang membuat tali jerat untuk mendapatkan makanan sambil membuat bivak untuk bermalam.

Keesokan hari menjelang pagi perjalananpun dilanjutkan menuju daerah penjemputan, dimana berdasarkan kontak radio terakhir, daerah yang aman untuk melaksanakan penjemputan di depan Cirro Stratus dengan menggunakan pesawat.

Demikian skenario Latihan Survival Dasar yang dilaksanakan Lanud Iswahjudi, di daerah Lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, selama 3 hari yang diikuti oleh 60 personel yang terdiri dari 27 orang penerbang, dan 33 perwira non penerbang.

Baca juga:  Warga Skadron Udara 31 Ziarah Ke TMP Bahagia, Ciledug

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel