Berita

PESAWAT MALANG AIR EMERGENCY DI BANDARA ABD. SALEH

Dibaca: 45 Oleh 31 Des 2013Tidak ada komentar
PESAWAT MALANG AIR EMERGENCY DI BANDARA ABD. SALEH
#TNIAU 

Pesawat Malang Air 7710 posisi heading inbound 11 mil menuju Abd VOR mengalami emergency pada indikator roda pendaratan belakang sebelah kanan tidak bisa terkunci dan ada asap pada kabin, meminta pendaratan darurat runway 35. Air Trafick Control (ATC) menerima informasi dan memberikan arah dan kecepatan angin kepada pesawat. Selanjutnya ATC menghubungi Komandan Lanud Abd Saleh, Ka UPT Bandara, Kasi Kam dan Kespen UPT.

Sejalan dengan itu, Pesawat yang membawa 102 orang penumpang tersebut mendapat pertolongan dari unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran yang langsung meluncur untuk memadamkan api di pesawat. Unit lain juga ikut membantu untuk mengevakuasi korban, seluruh personil dan perlengkapan di Bandara Abdulrachman Saleh dikerahkan. Berbagai langkah evakuasi dan penanganan pesawat maupun penumpang dilakukan dengan sangat sigap dan cepat. Demikian skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD), di Bandara Abdulrachman Saleh Malang (30/12).

Latihan tersebut dimaksudkan untuk menguji kehandalan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengecek peralatan perlengkapan sekaligus sebagai proses pembelajaran kepada personel Bandara agar selalu siap siaga dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan kondisi apapun di lapangan,

Baca juga:  Wadankodiklatau Buka Pendidikan Sesarcab Penerbang, Navigator dan PTTA di Lanud Adisutjipto

Dalam latihan PKD yang melibatkan 150 personil gabungan yang berasal dari unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PK-PPK), POM TNI AU Lanud Abd Saleh, Maskapai, dan pihak terkait lainnya. Diasumsikan pesawat Malang Air jenis boeing 737 300, dengan nomor penerbangan 7710 take off dari Jakarta menuju Bandara Abdulrachman Saleh Malang, mencoba kontak dengan radio Bandara Abdulrachman Saleh. pilot menghubungi menara kontrol Lanud Abd Saleh untuk melakukan pendaratan menggunakan landasan pacu (runway) 35.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) yang turut menyaksikan latihan tersebut mengatakan, bahwa latihan ini, bisa menyempurnakan sistem penanggulangan keadaan darurat (airport emergency plan) di Bandara Abdulrachman Saleh. Di dalam setiap Penanggulangan Keadaan Darurat, diperlukan koordinasi yang baik dari segala pihak. Termasuk juga koordinasi terkait lalu lintas di jalan raya karena salah satunya menyangkut kehadiran tim kesehatan dari rumah sakit terdekat, tambah Kadisops.

Pelatihan yang dilaksanakan setiap dua tahun ini bertujuan untuk menekan angka korban atau bahkan dihindari sedini mungkin jika terjadi keadaan darurat di bandara. selain itu untuk mengevaluasi kinerja bandara Abdulrachman Saleh, baik dari segi Sumber Daya Manusianya, maupun peralatan dan perlengkapan yang digunakan.

Baca juga:  615 Pati dan Pamen TNI Ikuti Uji Ketangkasan Militer di Karang Pilang

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel