TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Pesawat Singapura Pelanggar Ruang Udara Dilepas TNI AU

By 30 Oct 2014Berita
Exercise Pitch Black 2012

Akhirnya pesawat sipil Singapura jenis Beechraft-9L yang melanggar wilayah NKRI pada hari selasa (28/10) dilepas kembali ke Singapura. Ketiga crew dari pesawat Beechraft, yaitu Tan Chin Kia (Kapten Pilot), Mr Z Heng Chia (siswa), Xiang Bo Hong (siswa) akhirnya dilepas oleh Lanud Supadio Pontianak setelah selesai dimintai keterangan oleh personel intelijen, pengamanan TNI AU dan PPNS Perhubungan Udara. Mereka semua warga negara Singapura yang mengaku sedang melaksanakan latihan penerbangan menggunakan pesawat Beechcraft 9L dengan registrasi VH-PFK (Australia) dibawah kendali ATC Singapura pada rute penerbangan Sebu, Serawak (Malaysia) ke Seletar (Singapura). Pesawat ini tertangkap basah terbang pada ketinggian 26 ribu kaki dengan kecepatan 250 kts di atas wilayah perairan Indonesia, dan meskipun dikendalikan oleh ATC Singapura namun tidak dilengkapi ijin lintas dari pemerintah RI ini. Dua pesawat Sukhoi 27/30 Flanker TNI AU menyergapnya pada tengah hari selasa siang diatas Laut Cina Selatan tepat diselatan kepulauan Natuna. Pelepasan mereka oleh Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Tedi Rizalihadi beserta jajaran terkait bertempat di Main Apron Lanud Supadio, (29/10).

Menurut Danlanud Supadio, pesawat yang dipaksa mendarat dan ditahan sejak selasa sore bisa kembali ke Singapura karena persyaratan administrasi dan denda telah dipenuhi serta tidak ditemukan upaya pelanggaran keamanan Indonesia. Pertama mereka telah terbukti secara tidak syah masuk ke wilayah NKRI tanpa mempunyai flight approval setelah diperiksa oleh PPNS Perhubungan Udara dan untuk itu atas keputusan Dirjen perhubungan udara dikenakan denda 60 juta rupiah lmasuk kas Negara. Selanjutnya surat flight clearance yang diurus oleh pemerintah Singapura telah dikeluarkan oleh pihak Kementrian Luar Negri, Mabes TNI, dan Kementrian Perhubungan sesuai dengan undang undang nomor 1 tahun 2009. Dengan Flight Clearance dari tiga instansi tersebut mereka bisa terbang melintasi wilayah RI kembali ke Seletar Singapura.

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa TNI Angkatan Udara lewat Komando Pertahanan Udara Nasional membuktikan semboyan “Sayap tanah Air” yang ”Siaga senantiasa” bukan isapan jempol. Setelah dikenal sebagai negara yang dalam era globalisasi ini paling sering memaksa mendarat pelanggar ruang udara nasionalnya, kali ini kembali memecahkan rekor karena dalam waktu kurang dari seminggu telah dua kali pesawat tempur TNI AU memaksa mendarat pesawat asing yang melanggar ruang udara Indonesia. Jika pada tanggal 10 April 2014 Kosek hanudnas III Medan mengendalikan operasi penyergapan pesawat asing dengan menggunakan pesawat F-16 selanjutnya pada minggu lalu hari Rabu 22 oktober 2014 Kosek hanudnas II Makassar juga memaksa mendarat sebuah pesawat asing dari Australia di Manado dengan menggunakan flight pesawat Sukhoi 30, maka kemarin pada hari Selasa tanggal 28 Oktober 2014 giliran Kosek hanudnas I Jakarta memaksa mendarat sebuah pesawat asing di lanud Supadio Pontianak dengan pesawat Sukhoi 27/30 dari Batam

Fakta hukum menunjukkan meskipun pesawat Beechcraft Singapura terbang dibawah kendali otoritas Singapore Control dalam wilayah yang disebut Singapore FIR (Flight Information Region), namun karena ruang udara diatas kepulauan Riau tersebut bukan ruang udara internasional, melainkan wilayah jurisdiksi dan kedaulatan Indonesia, maka semua penerbangan harus memiliki ijin penerbangan dari pemerintah RI. Termasuk didalamnya juga pesawat militer Singapore tidak boleh menggunakan sebagai tempat berlatih atau kegiatan lain, serta jika mereka hendak melintas ruang udara Indonesia juga harus memiliki ijin lengkap dari pemerintah Indonesia.

Kita berharap dengan segera wilayah udara yang dikenal sebagai Singapore FIR ini segera bisa diambil alih dan dikendalikan oleh Indonesia dengan nama Jakarta FIR demi menjaga kepentingan nasional kita. Kohanudnas, Koopsau I dan II adalah jajaran komando operasional TNI AU yang siaga senantiasa, baik dalam latihan atau situasi apapun, siap 24 jam menegakkan kedaulatan dan hukum di udara demi Keamanan Nasional Indonesia.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Pesawat Singapura Pelanggar Ruang Udara Dilepas TNI AU