Berita

PESAWAT SUKHOI BERHASIL FORCE DOWN PESAWAT ASING C-208B

Dibaca: 5 Oleh 02 Okt 2012Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Makohanudnas, Senin (1/10). Dua pesawat Sukhoi Thunder Flight TS-2705 dengan pilot Mayor Pnb Riyanto, TS-3004 Mayor Pnb David Ali/Lettu Pnb Andri berhasil memaksa mendarat pesawat asing di Lanud Balikpapan yang melintas di wilayah kedaulatan udara NKRI tanpa ijin, Minggu (30/9) . Pesawat asing dengan type Cessna-208B melintas di wilayah udara Indonesia tanpa ijin ini, awalnya terdeteksi oleh MCC Hasanuddin, kemudian terdeteksi kembali oleh Radar Bandara Manado dan Radar Satrad 224 Kwandang. Lebih kurang satu jam kemudian ATC Gorontalo berhasil melakukan komunikasi dengan pesawat asing tersebut dan menanyakan perijinannya melintas di wilayah udara Indonesia.

Pangkohanudnas Marsda TNI FHB. Soelistyo, S.Sos selaku pemegang komando dan pengendali operasi pertahanan udara memerintahkan Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Agus Hariyadi selaku pengendali operasi pertahanan udara di wilayah tersebut untuk memerintahkan MCC Hasanuddin menyampaikan ke pesawat asing melalui ATC Gorontalo, ATC Palu dan ATC Balikpapan agar mengarahkan pesawat untuk mendarat ke Makassar atau Balikpapan untuk menyelesaikan surat perijinan, dan beberapa waktu kemudian tidak bisa contact dengan pesawat asing tersebut.

Baca juga:  Danwingdiktekkal Buka Kursus Bintara Operator Forklif dan Cargo Loader A- 14

Selanjutnya, atas perintah Pangkohanudnas, Pangkosekhanudnas II segera memerintahkan dua pesawat Sukhoi dari Skadron 11 Lanud Hasanuddin untuk segera melakukan proses penindakan terhadap pelanggaran wilayah udara Nasional Indonesia, dan pesawat Sukhoipun melaksanakan tugasnya dengan dipandu oleh Perwira GCI Kosekhanudnas II dan Satrad 223 Balikpapan.

Beberapa saat kemudian, dua pesawat Sukhoi berhasil mengidentifikasi visual 1 pesawat dengan nomor Registrasi N354 RM dan menanyakan perijinan dari Indonesia, dan menjawab kalau pesawat tidak mempunyai ijin melintas di wilayah udara Indonesia. Dengan demikian Pangkosekhanudnas II memerintahkan melalui Perwira GCI Satrad 223 Balikpapan agar Sukhoi memaksa mendarat pesawat Asing tersebut di Lanud Balikpapan.

Menurut Pangkohanudnas Marsda TNI FHB, Soelistyo, S.Sos, bahwa apabila pesawat sipil asing melintas di wilayah udara Indonesia harus dilengkapi dengan perijinan berupa Flight Clearance yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dengan dilengkapi; nomor M.F.A ( Ministry of Foreign Affair) dari Kemenlu, nomor I.N.D.F ( Indonesian Defence Force) dari Mabes TNI dan nomor M.o.T (Ministry of Transportation) dari Kemenhub. Dalam kejadian ini menurut Pangkohanudnas, bahwa pesawat dengan type C-208B call sign N354RM tidak dilengkapi syarat-syarat tersebut.

Baca juga:  Satpomau Lanud Rsn Fasilitasi Anggota Perpanjang SIM

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel