Berita

Pesawat Tempur F-16 dan T-50i Meriahkan Sertijab Kasau

Dibaca: 12 Oleh 15 Jan 2015Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf TNI AU (Kasau) dari Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia kepada Marsdya TNI Agus Supriatna yang dilaksanakan di Taxiway “Echo” Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, (15/1) berlangsung meriah.   Pasalnya sertijab yang dipimpin oleh PanglimaTNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dan dihadiri para pejabat teras TNI/TNI AU, Polri dan segenap prajurit dan PNS TNI AU itu, juga dimeriahkan dengan penampilan flypass pesawat-pesawat tempur TNI AU jenis F-16 Fighting Falcon dan T-50i Golden Eagle.

Flight pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang melintas di atas Lanud Halim Perdanakususma, dibawah pimpinan Komandan Skadron Udara 3 Mayor Pnb Muhtadi Anjar Legowo berangkat langsung dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Madiun. Sementara untuk pesawat T-50i dibawah mission commander Letkol Pnb Marda Sarjono melaksanakan take off dari apron Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Sementara untuk parade, sedikitnya 2000 lebih pasukan dilibatkan untuk mendukung hajat pergantian Kasau kali ini.   Ada tujuh batalyon (Yon) yang dikerahkan, masing-masing adalah Yon Perwira Menengah (Pamen), Yon Perwira Pertama (Pama), Yon Gabungan (Taruna AAU, Wara dan Pomau),  Yon Aircrew,  Yon Paskhas, Yon Bintara/Tamtama (Ba/Ta) dan Yon PNS. 

Untuk flypass, empat pesawat tempur F-16 dan enam pesawat T-50i  bergabung dalam satu formasi dengan call sign foxtrot flight.   Selama tiga menit mereka melakukan dua maneuver, yaitu delta formation dan arrowhead formation dan aksi terahir ditutup dengan atraksi boomburst. 

Selain aksi pesawat F-16 dan T-50i,  juga dimeriahkan flypass oleh empat pesawat angkut C-130 Hercules, empat pesawat CN-295 dan empat Helikopter EC-120 Colibri.    Kegiatan Sertijab Kasau juga dimeriahkan atraksi terjun payung para prajurit Korpaskhas yang diterjunkan dari pesawat C-130 Hercules.     Bertindak sebagai Komandan Upacara (Dan Up) adalah Kolonel Pnb Joko Hadi yang sehari-hari berdinas di Koopsau I, Jakarta.

Sebelumnya beberapa hari menjelang pelaksanaan sertijab, pesawat-pesawatT-50i Golden Eagle tampak melakukan latihan terbang flypass di atas Jakarta.  Deru mesin pesawat tempur dan atraksi udara pesawat buatan Korean Aerospace Industries (KAI)  itu, sempat membuat detak jantung masyarakat di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma yang menyaksikannya.

Pesawat Tempur Generasi Keempat

Pesawat tempur T-50i Golden Eagle tergolong baru masuk jajaran  TNI AU, yaitu sejak pertengahan Februari 2014 lalu. Sebanyak16 pesawat (satu skuadron) pesawat yang dibeli pemerintah Indonesia dari Korea Selatan datang dalam beberapa tahap pengiriman sejak tahun 2013.

Pesawat tempur T-50i Golden Eagle digunakan sebagai pengganti pesawat latih lanjut Hawk MK-53 Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Madiun  dibawah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II, Makassar.  Pesawat ini selain digunakan sebagai tempur operasional juga sebagai Figther Lead in Trainer atau melatih calon penerbang tempur TNI Angkatan Udara.

Dalam urusan teknologi, pesawat T-50i Golden Eagle merupakan produk bersama Korea Selatan (KAI) dan Amerika Serikat (Locheed Martin) dan termasuk varian pesawat tempur generasi keempat (modern).  Pesawat T-50i Golden Eagle ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 yang mampu menghasilkan daya dorong 17.700 pounds dengan after burner.   Bila dibutuhkan, maka kecepatan maksimal pesawat bisa mencapai 1,5 mach atau 1,5 kali kecepatan suara (1.600 km/jam). 

Jika dilihat sekilas, maka tampilan T-50i mirip dengan pesawat F-16. Bedanya, dua lubang masuk jet Golden Eagle T-50i berada di bawah sayap, bukan terletak di perut seperti F-16.Kemiripan lainya adalah keduanya sama memiliki bubble canopy, wing, dan fuselage yang saling menyatu serta beberapa kemiripan lainnya, sehingga sering disebut ‘Baby Falcon’.Sebagai pesawat tempur, T-50i memiliki kelincahan, kepraktisan, dan kemampuan persenjataan untuk digunakan dalam misi multirole. Pesawat ini, sanggup bertempur  udara ke udara dan cukup mematikan untuk sasaran bawah. Total kapasitas angkut persenjataan sekitar 5 ton.  Selain itu.   Pesawat ini dilengkapi kanon tiga laras General Dynamics 20 mm yang mampu memuntahkan 2.000 peluru per menit.

Rencananya, T-50i akan dilengkapi radar udara sehingga mampu mengubah misi, dari jet latih, langsung melaksanakan operasi udara, yakni menyerang dari udara ke udara, atau dari udara ke darat, baik siang maupun malam hari, dalam segala kondisi cuaca.

Pesawat tempur supersonic ini akan  menyiapkan para penerbang tempur TNI AU masa kini dan masa depan Indonesia dalam  mengawaki pesawat generasi baru TNI AU.  Diharapkan kedepan TNI AU makin jaya menjaga dirgantara demi kepentingan nasional Indonesia.

Baca juga:  Komandan Lanud Ngurah Rai Menerima Kunjungan Konjen RRC

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel