Berita

Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Bentengi Wilayah Timur NKRI

Dibaca: 9 Oleh 16 Nov 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Tiga pesawat tempur jenis F-16 yang dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 16 Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono akhirnya tiba di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, setelah melakukan Operasi Pertahanan Udara Nasional di wilayah Timur Indonesia. Jumat, (13/11).

Kedatangan para petempur kebanggaan Bumi Lancang Kuning, provinsi Riau ini, disambut hangat oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi beserta para kepala dinas dan komandan satuan jajarannya di Shelter Skadron Udara 16.

Danlanud Rsn menyampaikan bahwa pesawat-pesawat tempur yang berada di Lanud Manuhua Biak untuk menjalankan misi Operasi Tangkis Sergap-15 guna menjaga kedaulatan udara Indonesia di wilayah Kosekhanudnas IV.

“Sesuai dengan tugasnya Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin bertugas menyiapkan dan mengoperasikan pesawat tempur strategis untuk operasi serangan udara strategis, operasi lawan udara ofensif, operasi pertahanan udara dan operasi dukungan udara, salah satunya dengan melaksanakan operasi ini”, tambahnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Operasi Lanud Rsn, Kolonel Pnb Yani Amirullah mengatakan, pesawat yang bermarkas di Lanud Rsn itu tiba, setelah melakukan operasi pertahanan udara wilayah timur Indonesia dari Kosek 4 Biak dan Ambon lalu kembali kesini.

Baca juga:  Pembukaan Survival

“Lanud Rsn terus melakukan operasi pertahanan udara rutin, sekaligus patroli di wilayah perbatasan. Sesuai intruksi dari pusat, kegiatan itu dilaksanakan guna mencegah adanya indikasi masuknya penyusup, baik darat, laut dan udara”, ujarnya.”

“Setiap hari sepanjang tahun, kita standby, karena memang sudah tugas untuk menjaga wilayah pertahanan,” tegasnya.

Sampai kini, Lanud Rsn masih berstatus Siaga I, seperti yang diutarakan Danlanud Rsn, salah satu faktornya, lantaran kian memanasnya kawasan Laut China Selatan, dengan manuver-manuver persenjataan perang, baik kapal dan lainnya oleh pihak negara asing.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel