Berita

Pesawat Tidak Dikenal Dipaksa Mendarat

Dibaca: 57 Oleh 28 Agu 2015Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Satrad 213 Bintan mendeteksi adanya Lasa X (pesawat tidak dikenal yang disimulasikan dengan pesawat Hercules C-130) diwilayah udara Kepulauan Riau. Selanjutnya Dansatrad 213 melapor kepada Pangkosehanundas I di Jakarta dan dilanjutkan ke Pangkohanudnas tetang adanya Lasa X tersebut. Pangkohanundnas pun berkoordinasi dengan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I untuk menyiapkan satu flight TS (pesawat tempur sergap) guna melakukan intercept. Kemudian Skadron Udara 12 Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau diperintakhan oleh Pangkoopau I untuk melaksanakan intercept (tindakan pencegatan dan pengidentipikasian pesawat) terhadap Lasa X tersebut.

Lasa X akhirnya dipaksa mendarat oleh pesawat TS (tempur sergap Hawk 100/200 ) di Pangkalan Udara yang telah ditentukan yakni Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri.

Komandan Lanud Tanjupinang yang juga mendapat perintah dari komando atas untuk menyiapkan baik personel dan sarana pendukung lainnya berkaitan dengan pelaksanaan force down (pendaratan paksa) pesawat tersebut. Komandan Lanud Langsung menindak lanjuti perintah tersebut dan langsung memerintahkan pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan), POM dan Intel Lanud Tanjungpinang untuk melaksanakan tindakan sesuai dengan prosedur tetap (Protap) Force Down.

Baca juga:  Kesiapan Skadron 1 Laksanakan Tugas Operasi

Lasa X kenudian digiring oleh dua TS dari jarak kurang lebih 130 nml hingga menuju Bandara Hang Nadim. Sebelum pesawat menyenyuh Run Way, pasukan Hanlan (Pertahanan Pangkalan), POM, Intel Lanud Tanjungpinang telah siap di appron untuk laksanakan tindakan force down.

Sesaat setelah landing pesawat tersebut diarahkan parkir di area steril yang sudah diamankan oleh personel Hanlan, POM dan Intel. Selanjutnya Kepala Dinas Operasi Lanud Tanjungpinang selaku Koordinator Lapangan memerintahkan kepada pilot dan crew untuk turun dari pesawat tanpa ada perlawanan. Pilot dan seluruh crew pesawat turun melalui pintu depan dan langsung anggota POM dan Intel melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan baik personel, dokumen dan muatan pesawat.

Usai pemeriksaan pesawat serta muatan, selanjutnya pilot dan co-pilot diamankan diruang introgasi. Pilot dan crew terlebih dahulu di cek kesehatannya oleh perwira kesehatan Lanud Tanjungpinang, dan Personel Intel dan POM selanjutnya mengintrogasi pilot maupun crewnya tersebut. Dari hasil introgasi ditemukan bahwa pesawat tersebut milik negara tetangga yang berencana terbang ke Ranai. Sementara penyebab pelanggaran dikarenakan fak tersebuttor kerusakan pada alat navigasi pesawat tersebut sehingga tidak bisa menghubungi tower. Namun penemuan lainnya pesawat tidak dilengkapi dengan dokumen security cleareant (SC).

Baca juga:  ITJENAU AKHIRI WASRIK DI WINGDIKTEKKAL

Pesawat selanjutnya diamankan dan dijaga ketat oleh personel POM, Intel dan tidak diijinkan terbang selama proses kelengkapan administrasi dan dokumen belum selesai. Kemudian crew pesawat juga diamankan sampai pengurusan kelengkapan dokumen tersebut tuntas. Setelah crew pesawat tersebut sudah melengkapi semua dokumen dan prosedur maka pesawat diijinkan terbang ke tujuan.

Simulasi Force Dwon ini dilaksanakan dalam rangka latihan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) TUTUKA XXXIX tahun 2015 yang dilaksanakan Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.Pelaksanaan Latihan TUTUKA berlangsung selama tiga hari sejak tanggal Rabu, (26/8) s/d Jumat, (28/8) Agustus 2015.

Pelaksanaan simulasi, disaksikan langsung oleh Pengendalian dan pengawasan (Wasdal) latihan dari Kohanudnas Kolonel Pnb Budi Ramelan dan Komandan Lanud Tanjungpinang Letkol Pnb I Ketut Wahyu Wijaya, Kamis (27/8). Selain anggota Lanud Tanjungpinang simulasi ini juga melibatkan pihak Bandara Hang Nadim seperti Kendaraan dan petugas pemadam kebakaran dan Avsec Bandara serta pendukung lainnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel