Berita

Pesawat TNI AU Temukan Reruntuhan Air Asia

Dibaca: 10 Oleh 30 Des 2014Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Pesawat-pesawat TNI akhirnya siang pada hari ketiga pencarian  (30/12) berhasil menemukan reruntuhan dan korban dari pesawat Airbus 320 Air Asia penerbangan QZ-8501 yang hilang sejak Minggu pagi. Armada pesawat TNI AU memusatkan pencarian di Selat Karimata dan Laut Jawa bagian Utara berdasarkan prakiraan kemungkinan lokasi  jatuhnya pesawat dari Basarnas.

Setelah terbang 4 jam dari lanud halim pada  pukul 09.52 WIB pesawat CN-295 A-2905 dengan Captain Pilot Kapten Pnb.Ammad berhasil menemukan tiga obyek besar berwarna putih dan kuning mengapung di perairan pada posisi radial 227 dan jarak 95 Nm (175 km) dari Pangkalan Bun. Menindaklanjuti temuan ini segera sebuah pesawat C-130 Hercules A-1320 pada pukul 10.18 tinggal landas untuk membantu pencarian.

Hingga pukul 10.12 personil pengamat dalam CN-295 yang dipimpin Pangkoopsau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto dan membawa beberapa reporter media nasional menemukan makin banyak obyek-obyek terapung disekitar lokasi penemuan, selanjutnya pesawat kembali ke Pangkalan Bun pada pukul 10.30 setelah mengumpulkan foto yang dibutuhkan.

Baca juga:  Sertijab Asisten Personel Kosekhanudnas I

Selanjutnya pesawat Hercules A-1319 yang membawa 37 reporter media nasional dengan Captain Pilot Mayor Pnb. Akal Juang pada pukul 11.30 WIB berhasil menemukan serpihan-serpihan dan sesosok tubuh terapung diperairan yang berdekatan dengan temuan sebelumnya. Setelah mengambil foto-foto yang dibutuhkan pesawat ini selanjutnya menuju Pangkalan Bun untuk melaporkan foto temuan.

Pesawat Hercules A-1320 dengan cepat menuju lokasi dan pada pukul 12.15 berhasil menemukan serpihan di lokasi yang berdekatan dengan temuan-temuan sebelumnya, antara lain live vest penumpang kuning, serpihan cargo berwarna merah putih dengan jaring cargo. Setelah itu pesawat kembali menuju Halim karena pesawat helikopter SAR HR-3601 Basarnas dari Pangkalan Bun memasuki perairan tersebut dan diketahui pada pukul 13.58 menemukan banyak tubuh terapung di perairan tersebut.

KRI Bung Tomo tiba di lokasi penemuan reruntuhan dan sekarang berada disitu untuk mulai melakukan evakuasi korban. Di atas perairan kembali pesawat Hercules A-1320 mengudara dan sampai saat berita ini ditulis melaporkan melihat dua jenasah mengapung di laut dan berkoordinasi dengan tim SAR laut lewat Posko SAR TNI Au di Lanud Halim Perdanakusuma.  

Baca juga:  Pertandingan Bola Voli dalam rangka HUT ke-63 PIA Ardhya Garini di Lanud Bny

Sementara di lanud Halim pesawat VIP C-130 Hercules A-1341 dengan Capt.Pilot Mayor Pnb.Noto Casnoto yang membawa Presiden RI Joko Widodo berangkat pada pukul 15.50 WIB menuju perairan ditemukannya reruntuhan dan diharapkan bisa melakukan komunikasi dengan personil KRI BUng Tomo yang berada di lokasi.

Dalam pencarian hari ketiga, TNI AU mengerahkan armada pencarian enam buah pesawat antara lain pesawat Boeing 737 Intai dari Skadron Udara 5 Lanud Makasar, dua pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, sebuah pesawat CN-295  dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma serta dua helikopter Super Puma dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sanjaya, Bogor.

TNI Angkatan Udara berusaha dengan cepat merespon situasi crisis dan  menyiapkan personil dan pesawat untuk mendukung langkah-langkah evakuasi selanjutnya demi membuktikan kerja keras dan dedikasi demi keamanan dan keselamatan ruang udara Indonesia.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel