Berita

Pesawat WEL RI-X, Pesawat Pertama Putera Indonesia

Dibaca: 564 Oleh 24 Mei 2012Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Bangsa Indonesia pada tahun 1948 sudah bisa membuat pesawat terbang? Demikian pertanyaan Nur Elisa, siswi kelas 8 SMP Negeri 2 Pegaden Subang Jawa Barat, Kamis (24/5) kepada Letkol Sus Drs. Sudarno, saat melihat Pesawat WEL RI-X di Ruang Kronologi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Yogyakarta. Nur Elisa terkekagum-kagum melihat pesawat terbang ringan buatan putera Indonesia itu.

Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Letkol Sus Drs. Sudarno menjelaskan, pesawat WEL RI-X atau Wiweko Experimental Lightplane RI-X merupakan pesawat hasil produksi pertama putera bangsa Indonesia.

“Pembuatan dilakukan oleh Biro Rencana dan Konstruksi Markas Tertinggi AURI Seksi Percobaan Pembuatan Pesawat Terbang di Magetan. Di bawah pimpinan Opsir Udara III (Kapten) Wiweko Supono, pesawat bermesin Harley Davidson 2 Silinder model tahun 1928 dengan kekuatan 15 daya kuda itu, selesai dibuat tahun 1948,” terangnya.

Menurut Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Letkol Sus Drs. Sudarno, tekad bangsa Indonesia dalam pembuatan pesawat WEL RI-X merupakan titik tolak menuju Industri Pesawat Terbang.

Lebih lanjut Letkol Sus Drs. Sudarno menuturkan, untuk memberikan semangat dan tauladan kepada generasi penerus, pesawat WEL RI-X diabadikan di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala pada tahun 1980.

Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala atau yang lebih dikenal dengan sebutan museum pesawat terbang, menempati areal seluas lebih kuang 5 hektar dengan luas bangunan sekitar 8765 meter persegi.

Museum Dirgantara Mandala tidak hanya memamerkan aneka koleksi pesawat saja, namun di museum yang terletak di Komplek Pangkalan Udara Adisutjipto ini juga memamerkan berbagai barang koleksi, seperti pataka, seragam milik para pendahulu TNI Angkatan Udara, Peluru Kendali, Senjata Penangkis Serangan Udara serta berbagai foto yang merekam sejarah dan peran TNI Angkatan Udara.

“Kunjungan ke Museum Dirgantara Mandala serasa kurang lengkap, jika usai melihat koleksi yang dipamerkan, tidak menyempatkan untuk melihat film di Mini Teater Muspusdirla,” pungkas Letkol Sus Drs. Sudarno.

Baca juga:  Yonko 462 Paskhas Mengikuti Ceramah Safari Intelijen Dan Hukum

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel