Berita

PIA AG Lanud Hnd Raih Juara II Festival Kuliner Tradisional Di Kabupaten Maros

Dibaca: 5 Oleh 19 Des 2016Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Kue bendul hasil kreasi PIA Ardhya Garini Cabang 8/D II Lanud Sultan Hasanuddin di bawah pimpinan Ny. Bowo Budiarto berhasil meraih juara II Festival Kuliner Tradisioanal yang bertajuk “Makanan Sehat Indonesia Kuat”, Minggu (4/12/2016) di Lapangan Pallantikang Komplek Kantor Bupati Kabupaten Maros.

Kue yang terbuat dari singkong dan dicampur kepala parut kemudian dibakar menarik perhatian dari para juri. “Kue ini merupakan salah satu kudapan favorit Sultan Hamengku Buwono VIII”, ujar Ny. Yanifa Eska salah satu ibu PIA Ardhya Garini Cabang 8/D II Lanud Sultan Hasanuddin yang mengikuti perlombaan.

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Pertahanan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros diikuti 30 tim peserta dari berbagai instansi diantaranya PIA Ardhya Garini, Persit Chandra Kirana, Dharma Wanita, PKK dan Bhayangkari.

Kepala Kantor Pertahanan Wilayah Sulsel, Kolonel Sus Sumarsono mengungkapkan tujuan kegiatan ini agar masyarakat dapat mencintai budayanya termasuk kuliner yang beraneka ragam di setiap daerah di Indonesia.

Baca juga:  Kontingen Koopsau I Juara Umum Cerdas Cermat dan Hafiz Quran

“Acara yang kami lakukan ini menjadi agenda tahunan. Ini baru pertama kali dilakukan di Maros, dimana sebelumnya kami sudah lakukan festival ini di daerah lain”, katanya.

Adapun jenis kue yang dibuat oleh peserta sate lilit, kue bendul, barongko jagung, putu mayang saus durian, sari manis sukun, sari manis gula merah, lopis, talam jagung ceria, pie ubi ungu, kue lumpur kentang dan beberapa jenis kue lainnya.

“Setiap tahunnya kegiatan ini akan dilakukan di berbagai daerah dan tempat dan festival kuliner tradisional ini juga berguna mengajak atau mengingatkan kembali masyarakat untuk mencintai makanan tradisional selain beras dan terigu karena sudah banyak makanan khas kebarat-baratan yang masuk Indonesia sehingga makanan tradisional mulai terlupakan”, tambahnya.

Sementara Bupati Maros HM. Hatta Rahman mengatakan bahwa festival ini baru pertama kalinya digelar di Maros dan selain untuk kepentingan wisata, kreasi kuliner olahan yang dibuat peserta dapat dijadikan usaha tambahan guna peningkatan pendapatan masyarakat Maros.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel