Berita

PIA Lanud Padang Adakan Sosialisasi Cara Mengolah Sampah Organik

Dibaca: 12 Oleh 24 Apr 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Pia Ardhya Garini Lanud Padang mengadakan sosialisasi cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi tinggi di kantor Pia Lanud Padang, Kamis (23/4). Kegiatan sosialisasi ini di pandu salah satu penggiat penanganan sampah di kota Padang, Ari yang masih duduk di bangku Universitas Andalas Padang.

Danlanud Padang Ltk Pnb Mohammad Apon ST, MPA menjelaskan penanganan masalah sampah di lingkungan Lanud Padang harus dilakukan secara baik dan benar untuk dapat memberikan nilai tambah bagi anggota Lanud Padang. Sampah sering kali menjadi fenomena masalah yang belum bisa diselesaikan secara efektif tetapi kita harus berusaha secara maksimal dan berhasil.

Kita menyadari untuk merubah prilaku buang sampah sembarangan beralih ke arah prilaku buang sampah yang benar dan teratur bukanlah persolan mudah tetapi mari kita bersama-sama berbuat merubah sampah menjadi barang bermanfaat jelasnya. Sementara itu Ketua Pia Lanud Padang Ny.Apon menambahkan sosialisasi penanganan sampah dilingkungan warga Lanud Padang dengan melibatkan anggota Pia diharapkan mendapatkan dukungan dan manfaat tambahan.

Baca juga:  Jelang Pemilu, TNI Polri Tingkatkan Sinergitas dengan Olahraga Bersama

Dengan mengolah sampah menjadi pupuk kompos para ibu-ibu bisa saja memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk menanam tanaman hias atau bunga, sayur-sayuran maupun tanaman obat yang subur. Selain itu jika lingkungan kita bersih pasti keluarga kita pasti sehat tuturnya.

Untuk membuat pupuk kompos dari sampah organik caranya cukup mudah dan menggunakan alat-alat yang sederhana. Untuk membuat pupuk kompos kita memerlukan bahan sampah organik seperti daun gugur, sisa sayuran, rumput, atau juga sampah dari sisa pertanian.

Untuk menghasilkan pupuk kompos yang bagus, sebaiknya sampah organik yang diolah berasal dari jenis dedaunan. Selain bahan dari sampah organik, untuk membuat pupuk kompos juga harus dicampur dengan pupuk kandang seperti kotoran kambing atau kotoran sapi. Dan juga menggunakan larutan gula dan bakteri fermentasi yang bisa kita dapatkan dari larutan EM4, yang banyak tersedia di toko pertanian.

Cara pembuatan sampah organik yang sudah disiapkan seperti daun gugur, sisa sayuran, rumput dan sampah lainnya, dipotong sampai berbentuk kecil-kecil. Semakin kecil pemotongan akan semakin baik, karena berpengaruh pada cepatnya prosespembusukan.Pertam campurkan bahan-bahan yang sudah dipotong kecil dengan pupuk kandang, pupuk kandang yang mudah digunakan adalah kotoran kambing.

Baca juga:  SERAH TERIMA JABATAN KETUA IKKT PRAGATI WIRA ANGGINI RANTING 02 KOSEKHANUDNAS I

Campurkan sampah organik dan kotoran kambing dengan komposisi 3:1. Kedua siapkan setengah gelas larutan gula atau 100 ml (bisa dibuat dari gula pasir dan air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang ada. Ketiga siapkan 10 ml larutan EM4, jika anda ragu takarannya bisa dilihat cara penggunaannya yang tercantum dalam botol atau menyesuaikan banyaknya bahan yang akan dibuat. Keempat bahan sampah organik yang sudah dicampur dengan kotoran kambing, kemudian disiram dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan hingga merata sampai bahan menjadi basah atau lembab.

Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah. Kelima bahan pupuk kompos yang sudah selesai dicampur, kemudian dimasukan ke dalam wadah, bisa menggunakan bak penampungan, karung, atau plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan sekitar 2–3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan percikkan air secukupnya untuk menjaga agar tetap basah.

Baca juga:  PANGKOOPSAU I MENERIMA KUNJUNGAN KEHORMATAN PANGLIMA ANGKATAN BERSENJATA VIETNAM DI MAKOOPSAU I

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya bisa digunakan secara berkelanjutan dan sampah organik tidak perlu dibuang, karena kita telah bisa mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos. Hadir dalam acara ini sejumlah pengurus Pia Ardhya Garini Lanud Padang, anggota pia, Wara, Pns dan para guru sekolah angkasa Padang.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel