Berita

Pilot F-16 TNI AU “Duel Udara” Dengan Pilot F-18 RAAF Di Atas Kupang

Dibaca: 36 Oleh 01 Sep 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Aksi saling serang / tembak di udara antara pilot pesawat tempur F-16 figthing falcon TNI AU dengan pilot pesawat tempur F-18 hornet Royal Australian Air Force (RAAF) tidak dapat dihindarkan. Dalam sebuah sesi latihan bertajuk “Elang Ausindo 2015”, pesawat-pesawat tempur kedua negara (Indonesia dan Australia) terlibat dalam sebuah duel udara (dog fight) menegangkan di atas Lanud Eltari Kupang. Dengan taktik dan strategi perang udara, masing-masing penerbang berusaha untuk “melumpuhkan lawannya”, baik dengan menggunakan rudal udara ke udara (air to air misile) maupu aksi manuver pengelabuhan terhadap lawan.

Latihan Elang Ausindo 2015, yang digelar dari 23 – 28 Agusus 2015, di Lanud Eltari Kupang, melibatkan belasan pesawat tempur kedua negara dan pesawat angkut dan Helikopter SAR. Bertindak sebagai Direktur latihan adalah Kolonel Pnb Irwan Pramudia. Saat menutup latihan, Kolonel Pnb Irwan Pramudia yang didamping Group Captain Sean Unwin (RAAF) mengatakan, latihan dapat memberikan manfaat bagi kedua angkatan udara, khususnya dalam meningkatkan kualitas dalam melakukan taktik dan strategi perang udara.

Baca juga:  Latihan Kamhanlan Lanud Supadio

Dikatakan, melalui latihan bersama, kedua angkatan udara khususnya, dan kedua negara umumya mendapatkan manfaat dalam tukar menukar pengetahuan dan wawasan yang menyangkut taktik dan strategi pertahanan udara. “Yang terpenting dari tujuan latihan ini adalah menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama yang baik antara TNI AU dengan RAAF dalam menyelenggarakan pertahanan udara, disamping itu, para penerbang maupun teknisi juga dapat saling tukar pengetahuan dan pengalaman dalam menangani pesawat tempur” kata Kolonel Pnb Irwan Pramudia, S.E.

Dalam latihan “Elang Ausindo 2015” ini, TNI AU mengerahkan 5 pesawat tempur F-16, duapesawat angkut C-130 Hercules dan satu helikopter NAS-332 H Super Puma sebagai SAR serta 118 personel. Sementara RAAF mengoperasikan 8 pesawat tempur F-18 Hornet dan satu pesawat angkut C-17 Globemaster serta 125 personel.

Selain kegiatan pertempuran udara, dalam latihan Elang Ausindo 2015, kedua angkatan udara (TNI AU – RAAF) juga menggelar kegiatan diskusi (SMEE- Subject Expert Exchange) tentang penggunaan pesawat angkut C-130 Hercules dalam misi operasi bantuan kemanusiaan.

Baca juga:  Pentingnya Peran Informasi

 

Keterangan gambar : Formasi F-16 TNI AU dan F-18 Hornet RAAF.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel