Berita

PNB IWJ, MENGHINDAR KE ZONA AMAN

Dibaca: 6 Oleh 21 Feb 2011Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Demi bertahan hidup, setelah mendapat serangan dari darat yang mengakibatkan jatuhnya pesawat tempur yang mereka awaki, para penerbang Lanud Iswahjudi, akhirnya menghindar dari daerah yang dikuasai musuh, untuk menyelamatkan diri menuju ke zona aman, hingga datangnya bantuan.

Bukan saja peralatan yang sangat terbatas, namun tekanan psikologis yang sangat berat, membuat para penerbang, harus bisa bertahan hidup dengan bekal yang minim dan mengharuskan makan dengan menu makanan hutan.

Demikian drama latihan survival dasar tahun 2011 Lanud Iswahjudi, yang dilaksanakan selama 3 hari sejak ( 18-20/2), dengan daerah latihan, sisi barat lereng gunung Lawu, yang memiliki keindahan alam sangat eksotik.

Latihan survival dasar tersebut, dimaksudkan untuk melatih dan membekali diri para penerbang tempur Lanud Iswahjudi dan ground crew sebanyak 99 orang, serta melibatkan pelatih dari Batalyon 463 Paskhas.

Sementara Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Ismono Wijayanto pada kesempatan menutup latihan Survival Dasar, Minggu (20/2), mengatakan bahwa selama berlangsungnya latihan para peserta telah menunjukkan kesungguhan, semangat dan disiplin yang tinggi. Kondisi tersebut sungguh membanggakan, sekaligus menaruh harapan besar, bahwa personel Lanud Iswahjudi, di masa mendatang akan semakin cerdas dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga:  Danden Wamena Laksanakan Rakor Sinerji Bersama Forkopimda Kabupaten Jayawijaya

”Namun demikian, kita juga harus berani mengakui bahwa dibalik keberhasilan tersebut, masih terdapat kekurangan yang perlu dibenahi, dan ditingkatkan. Oleh karena itu, agar hal-hal yang berkembang selama berlangsungnya latihan, hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi, sehingga latihan-latihan yang akan datang, akan semakin baik”, harap Danlanud.

PNB IWJ, MENGHINDAR KE ZONA AMAN
Peserta latihan Survival dasar memindahkan cairan kimia yang sangat berbahaya ke tempat yang aman dengan tali. (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel