TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Pokja Penggunaan Alpalsus Detektor Handak, Kimia Berbahaya & Narkoba

By 30 Aug 2018Berita
pokja_handak

TNI AU. Bertempat di ruang rapat Puspomau, Danpuspomau, Marsma TNI Agung Handoko, S.H., M.M., M.H., telah membuka pelaksanaan Pokja Penyusunan Juknis TNI AU tentang Penggunaan alpalsus detektor bahan peledak, bahan kimia berbahaya, narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang oleh Polisi Militer pada hari Rabu tanggal 29 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB.

Kegiatan pokja yang dilaksanakan bertujuan untuk menyusun perangkat lunak sebagai pedoman personel di lapangan dalam rangka mendukung penyelidikan kriminal dan pengamanan fisik, khususnya di dalam penggunaan Hazmat ID, Ace ID, dan Sabre sebagai alpalsus detektor bahan peledak, bahan kimia berbahaya, narkotika dan psikotropika serta obat-obatan terlarang sehingga personel pengguna alpalsus dapat mengantisipasi dan mengambil tindakan penanganan sesuai dengan prosedur dan tetap mengedepankan aspek keselamatan, mengingat bahwa bahan peledak, bahan kimia berbahaya, narkotika dan psikotropika serta obat-obatan terlarang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi dan memerlukan perlakuan khusus.

Hadir sebagai peserta pokja adalah para pejabat Puspomau, Danpom Kotama, Danpom Kodiklatau, dan perwakilan undangan dari Srenaau, Diskumau, Dispamsanau serta Setumau. Pokja yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan kesamaan pola dan keseragaman tindakan di dalam melakukan pelacakan barang-barang atau bahan-bahan yang diduga terkait dengan bahan peledak, bahan kimia berbahaya, narkotika dan psikotropika serta obat-obatan terlarang.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Pokja Penggunaan Alpalsus Detektor Handak, Kimia Berbahaya & Narkoba