Berita

Pola Hidup Pendidikan Adalah Proses Pengembangan Diri

Dibaca: 29 Oleh 19 Nov 2014Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Pola hidup pendidikan yang ditempuh para siswa akan padat dengan kegiatan akademik pada akhirnya adalah sebuah proses untuk menuju pengembangan diri. Karenanya, peliharalah sikap disiplin dan perilaku yang terpuji karena lembaga pendidikan akan konsisten untuk tidak memberikan toleransi kepada para siswa yang tidak mampu berpartisipasi.

Hal tersebut disampaikan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si(Han.), dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Logistik Letkol Kal Suhendro, Rabu (19/11), saat bertindak selaku inspektur upacara pada pembukaan pendidikan Sejursarta Tekponmondata (Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama Teknisi Telepon Komunikasi Data) Angkatan ke-8, Juru Komunikasi Angkatan ke-14, Tekrad (Teknik Radio) Angkatan ke-16 dan Avionik Angkatan ke-14 yang dilaksanakan di lapangan apel staf II Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab. Bandung, serta diikuti oleh para perwira, perwakilan bintara, tamtama dan pegawai negeri sipil serta dihadiri para komandan satuan di Sulaiman.

Selanjutnya disampaikan bahwa dengan memiliki sikap kejuangan, profesionalisme yang handal serta kemampuan intelektual yang terus dikembangkan, para siswa kelak akan mampu mengemban tugas TNI Angkatan Udara dengan lebih baik. “Tentunya, semua itu akan terwujud, apabila para siswa tekun, pandai memanfaatkan waktu, dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar,” kata kadislog saat membacakan amanat Danlanud.

Baca juga:  Asah Kemampuan: Prajurit Mako Korpaskhas  Latihan Menembak Laras panjang dan laras Pendek

Danlanud pun berpesan agar para siswa memanfaatkan masa pendidikan yang akan ditempuh tersebut dengan sebaik-baiknya, dengan meningkatkan nilai akademis untuk mencapai profesionalisme yang handal, serta senantiasa memelihara disiplin dan kepribadian sebagai seorang prajurit.

Kepada para instruktur Danlanud pun menekankan agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur pendidikan, serta senantiasa berorientasi pada kualitas hasil didik. ”Sehingga dengan kesiapan yang baik ini, dapat membuahkan hasil didik sebagaimana yang kita harapkan bersama,” tegas kadislog.

Siswa Sejursarta Tekponkomdata A-8 akan menempuh pendidikan selama empat bulan dengan 752 jam pelajaran, Jurkom A-14, dan Tekrad A-116 masing-masing selama lima bulan dengan 940 jam pelajaran. Ketiga pendidikan tersebut dilaksanakan di Skadik 202 Lanud Sulaiman dengan jumlah 50 siswa, untuk kejuruan tekponkomdata dan jurkom 15 siswa dan tekrad 20 siswa. Begitu juga dengan pendidikan Sejursarta Avionik A-14 yang dilaksanakan di Skadik 203 Lanud Sulaiman diikuti 15 siswa tamtama untuk menyelesaikan 940 jam pelajaran.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel