Berita

POMAU DITUNTUT KECERDASAN OLAH PIKIR

Dibaca: 22 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Kasau: 
POMAU DITUNTUT KECERDASAN OLAH PIKIR

 

Hampir semua permasalahan tugas menuntut kecerdasan olah pikir, khususnya dalam penanganan pelanggaran hukum yang dilakukan secara ilmiah. Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno dalam sambutannya yang dibacakan Komandan Polisi Militer Angkatan Udara (Danpomau) Kolonel Pnb. Sru Astjarjo Andreas pada peringatan HUT Pomau ke-61, di Mapomau, Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (1/11).

 

Lebih lanjut dikatakan “kadar intelektual prajurit Pomau menjadi keniscayaan. Karena itu yang harus dilakukan tanpa henti berkoordinasi, “sharing” atau studi banding sesama penegak hukum, baik dilingkungan sipil, TNI maupun Kepolisian, termasuk mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan di bidang Hukum. Hanya dengan seperti itu Pomau akan menjadi sosok prajurit yang profesional dan dedikatif yang mampu melaksanakan tugasnya dengan tegas, intelek, persuasif dan simpatik. Karena senjata utama Pomau bukanlah mesin perang akan tetapi adalah aturan dan ketentuan hukum yang berlaku”, ujar Kasau.

 

Dikatakan, peringatan hari jadi Pomau disamping merupakan ungkapan rasa syukur, juga sebagai intropeksi dan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan tugas Pomau yang telah dikerjakan selama ini. Apa yang dicapai hendaknya menjadi titik tolak peningkatan kualitas pengabdian yang lebih baik lagi dimasa mendatang, karenanya memaknai suatu acara peringatan bukan terletak pada meriahnya acara, tetapi lebih tertuju untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi.

Baca juga:  Yonko 462 Paskhas Amankan Polsek Tanah Abang dari Aksi Demo Anarkis

 

Sejarah Pomau sangat melekat dengan perjuangan TNI Angkatan Udara, seiring dibentuknya Tentara Republik Indinesia Angkatan Udara (TRIAU) tanggal 9 April 1946, kebutuhan Polisi Militer tak terhindarkan lagi, hal tersebut didasarkan suatu kenyataan bahwa dengan semakin kompleksnya kehidupan organisasi militer dengan munculnya berbagai persoalan yang mengharuskan dibentuknya unit yang menangani tugas-tugas kehakiman dan “dactiloscopy”. Maka pada tanggal 1 November 1946 dimulai pendidikan kepolisian di lingkungan Angkatan Udara, selanjutnya menjadi tonggak sejarah lahirnya Polisi Militer TNI Angkatan Udara.

 

Pomau saat ini telah menjadi institusi mandiri selaku penyidik dan penegak hukum perundang-undangan dan penegakan disiplin serta tata tertib di lingkungan TNI Angkatan Udara. Tugas Pomau yang tidak kalah pentingnya adalah membina dan menyelenggarakan pengamanan fisik bagi Pangkalan TNI Angkatan Udara, termasuk Alut sista dan segala sumber daya yang ada didalamnya.

 

Upacara peringatan hari jadi Pomau diselenggarakan secara sederhana, dihadiri oleh seluruh prajurit Pomau yang bertugas di Jakarta, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Danpomau yang diserahkan kepada prajurit Tamtama termuda dilingkungan Pomau.

Baca juga:  FASIDA KALBAR LATIHAN TERPA

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel