Berita

POMAU HARUS MENJADI DIRINYA SEBAGAI “WIRA WASKITA”

Dibaca: 455 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Selain sebagai institusi yang mandiri selaku penyidik, penegak hukum dan perundang-undangan serta penegak disiplin dan tata tertib di lingkungan TNI Angkatan Udara, tugas Pomau yang tidak kalah pentingnya adalah membina dan menyelenggarakan pengamanan fisik bagi Pangkalan TNI Angkatan Udara termasuk alutsista dan segala sumber daya yang ada didalamnya.

 

Itulah rangkaian tugas yang tidak ringan bagi prajurit Pomau terutama bila dihadapkan dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan pola-pola kejahatan baru, perkembangan isu hak asasi manusia dan demokratisasi, bila tidak dipahami secara seksama akan menimbulkan kegamangan bagi aparat penegak hukum dalam melaksanakan fungsi dan tugas serta beragam aspek lain yang harus menjadi perhatian Pomau.

 

Demikian kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno pada sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Yadi Husyadi pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke- 61 Polisi Militer Angkatan udara sewilayah Bandung, di Lanud Husein Sastranegara, Jumat.(2/11).

Baca juga:  ARISAN DAN SERAHKAN HADIAH DARI PIA AG CAB. 20/D-II LANUD TIMIKA

 

Upacara dihadiri antara lain, para komandan satuan di jajaran Lanud Husein Sastranegara, para purnawirawan anggota Pomau, pejabat TNI AD, TNI AL dan Polri. Kasau berharap agar peran tugas dan fungsi tersebut dapat dilaksanakan selaras dengan tuntutan, maka Pomau harus tetap pada komitmennya, untuk menjadikan dirinya sebagai “Wira Waskita” yaitu selalu tanggap, trampil dan waspada sebagaimana semboyan Pomau selama ini. Atas dasar itu pula Pomau harus terus meningkatkan kualitas dirinya agar menjadi prajurit Pomau lebih professional, dedikatif, intelek,persuasif dan simpatik dalam melaksanakan tugasnya.

 

Hal tersebut akan semakin terasa, bila dihadapkan dengan suatu kondisi dimana hampir semua permasalahan tugas menuntut kecerdasan olah pikir, khususnya penanganan pelanggaran hukum yang harus dilakukan secara ilmiah. Karena itu, kadar intelektual bagi prajurit Pomau menjadi sebuah niscaya, yang harus dilakukan tanpa henti. Berkoordinasi “shering” atau studi banding sesame penegak hukum baik dilingkungan sipil, TNI maupun dilingungan Kepolisian termasuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dibidang hukum. Sesuatu yang harus dilakukan. Tandasnya.

Baca juga:  Bina Aspek K3L, PT Waskita Karya Jalin Kerja Sama dengan TNI AU

 

Pada akhir upacara selain dilaksanakan demo bela diri Karate Khay Sinkan dari para anggota Pomau, juga dilaksanakan pembagian hadiah kejuaraan bola volley Pomau open.*** Penkoopsau I

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel