Berita

Posko Terpadu Penanganan Covid-19 Lanud Abd Saleh di Bandara Abd Saleh

Dibaca: 206 Oleh 03 Apr 2020April 6th, 2020Tidak ada komentar
Posko Terpadu Penanganan Covid-19 Lanud Abd Saleh di Bandara Abd Saleh
#TNIAU 

TNI AU.  Mengantisipasi merebaknya virus corona 19 di lingkungan Lanud Abd Saleh, Malang berbagai upaya dilakukan Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Hesly Paat bagi para anggotanya seperti memberlakukan Bekerja Dari Rumah (BDR), memerintahkan tiap personelnya memakai masker, pengukuran suhu tubuh, berjemur, rajin cuci tangan, menjaga pola hidup sehat, menghindari keramaian dan jaga jarak interaksi sosial, penyemprotan desinfektan di tempat-tempat keramaian dan lainnya.

 Selain di lingkungan Lanud Abd Saleh, Komandan juga menjangkau Bandara Abd Saleh sebagai salah satu pusat pelayanan umum yang ada di lingkungan Lanud Abd Saleh, agar terus terjaga dari kemungkinan masuknya virus corona 19. Untuk itu, beberapa personel Lanud Abd Saleh mulai tergabung dalam Posko Terpadu Penanganan Covid-19 di Bandara Abd Saleh, Jumat (3/4/2020).

Posko Terpadu Penanganan Covid-19 di Bandara Abd Saleh sebagai pos bersama, bekerja tiap hari yang di dalamnya terdiri dari sepuluh personel berbagai instansi yaitu Lanud Abd Saleh, Polres Malang, Pemkab Malang, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) II dan Koramil Pakis.

Baca juga:  Gapura “MANUHUA CENTER”

Secara nyata tugas Posko Terpadu Penanganan Covid-19 di Bandara Abd Saleh menurut dr Diana M. Zakaria, Koordinator KKP II Bandara Abd Saleh  adalah merekap data kesehatan diri  tiap penumpang yang datang melalui Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) , mengukur suhu tubuhnya dengan thernal scanner dan menyerahkan hasil rekapan data penumpang yang datang di Bandara Abd Saleh ke Dinas Kesehatan provinsi Jawa Timur secara online.

Ditambahkannya saat penumpang datang di terminal kedatangan antrian penumpang di meja thermal scanner KKP II sebagai Posko Terpadu sangat padat, sehingga memerlukan tenaga dari berbagai staf dari berbagai instansi, agar tiap penumpang yang datang dapat terjamin input data dan penanganannya.  “Dari data yang diserahkan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur tiap hari usai penerbangan, apabila ada penumpang yang kondisi kesehatannya mencurigakan akan ditindaklanjuti dengan mengkontak personel Dinas Kesehatan Kabupaten setempat di mana penumpang tersebut tinggal, untuk selanjutnya dipantau tim medis,” jelas dr Diana M. Zakaria.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel