Berita

PRAJURIT TNI AU DI MAKASSAR PERINGATI BHAKTI TNI AU KE-63

Dibaca: 6 Oleh 29 Jul 2010Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Peristiwa bersejarah penuh dengan nuansa heroisme, BHAKTI TNI AU, diperingati oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AU yang ada di Makassar. Ratusan prajurit dan PNS TNI AU pun berbaris menggelar upacara parade di Appron Galaktika, Lanud Sultan Hasanudin, Kamis (29/7).

 

Kepala Staf Komando Operasi TNI AU (Kas Koopsau) II Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ida Bagus Anom Manuaba, SE langsung memimpin upacara detik-detik bersejarah itu. Dua kompi berdiri sendiri (Kompi BS) dan tiga Batalyon prajurit TNI AU dan PNS dikerahkan. Mereka berasal dari beberapa satuan TNI AU yang ada di Sulawesi Selatan, seperti Makoopsau II, Lanud Sultan Hasanudin, Kosekhanudnas II dan Batalyon Paskhas 466. Di bagian akhir upacara, empat pesawat tempur Sukhoi melaksanakan terbang flypass di atas podium.

 

Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Letkol Tek Ganang. Perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993 ini, sehari-hari menjabat sebagai Komandan Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanudin. Perigatan hari bakti TNI AU ke-63 sendiri dipusatkan di Lanud Adisucipto Yogyakarta.

Baca juga:  SHALAT IDUL ADHA DAN KURBAN DI LANUD EL TARI

 

Hari Bhakti TNI AU merupakan peristiwa yang terjadi 63 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 29 Juli 1947. Hari bhakti TNI AU, diwarnai dengan dua buah perstiwa besar yang sarat dengan nuansa heroisme dan kerelaan berkorban. Peristiwa pertama, berupa keberhasilan tiga Kadet penerbang TNI AU, masing-masing Sutarjo Sigit, Mulyono dan Suharnoko Harbani dalam melakukan pemboman di pagi hari terhadap tangsi-tangsi pertahanan tentara Belanda di kota Semarang, Salatiga dan Ambarawa, Jawa Tengah.

 

Peristiwa kedua, gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing, Komodor Muda Udara A.Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr Aldulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara Adisumarmo. Ketiganya gugur, pada 29 Juli 1947 sore hari, pada saat melaksanakan misi kemanusiaan membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya. Pesawat VT-CLA Dacota yang mereka tumpangi ditembak jatuh oleh pesawat tempur Kitty Hawk Belanda. Mereka gugur bersamaan dengan jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi, pesawat meledak dan hancur di desa Ngoto, lima kilo meter arah selatan kota Yogyakarta. Untuk menghormati jasa-jasa mereka, sekarang di lokasi jatuhnya pesawat (desa Ngoto, Yogyakarta) telah dibangun monumen perjuangan TNI AU, dimana jasad mereka juga dimakamkan disitu.

Baca juga:  KASAU MEMBUKA SIMPOSIUM JIAMS 2011

 

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP dalam amanat terulisnya yang dibacakan Kas Koopsau II Marsma TNI Ida Bagus Anom, SE mengatakan, semangat pejuangan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih yang diwariskan para pendahulu TNI AU, kini senantiasa menjadi inspirasi dan nilai moral dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Dijelaskan, medan perjuangan dan tantangan yang dihadapi TNI AU saat ini telah berubah. Demikian juga berbagai keterbatasan masih terus dihadapi diberbagai bidang. Oleh karena itu, Kasau minta agar seluruh prajurit TNI AU senantiasa berpikir kreatif, rasional dan sinergis dalam mencari solusi terbaik.

 

”Dengan bersikap sepeti itu, saya optimis, kita masih dapat mempersembahkan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara” ujar Kasau.

 

Selain upacara parade, rangkaian peringatan hari Bhakti TNI ke-63 di Sulawesi Selatan juga di isi dengan kegiatan-kegiatan sosial. Beberapa aksi sosial sperti donor darah, sunatan gratis serta ziarah ke TMP Panaikang, Makasar, telah digelar oleh panitia hari Bhakti TNI AU pada minggu-minggu lalu. Untuk donor darah berhasil dikumpulkan ratusan kantong darah. Darah yang berasal dari prajurit TNI AU itu selanjutnya disumbangkan kepada PMI Kota Makasar. Sementara dari aksi sunatan gratis, sebanyak 67 anak dari masyarakat di sekitar Makoopsau II telah terlayani. Demikian, Kapen Koopsau II Mayor Sonaji Wibowo, S.IP menginformasikan.

Baca juga:  UPACARA PERINGATAN HUT TNI KE-66 DI LANUD EL TARI

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel