Berita

PRAJURIT TNI AU HARUS PAHAM HUKUM HUMANITER

Dibaca: 11 Oleh 19 Jul 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Dalam mempersiapkan prajurit TNI AU yang paham hukum, Diskumau menyelenggarakan penataran Pelatihan Hukum Humaniter, Hukum HAM, dan Workshop Rule Of Engangement (ROE) untuk membekali para Komandan Pangkalan, Komandan Skadron, Komandan Satuan lainnya, serta perwira yang bertugas di lingkungan Staf Intelijen, Operasi dan Hukum, di Denma Mabesau, Cilangkap, Senin (18/7).

Asops Panglima TNI Hambali Hanafiah dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Asisten Operasi Kasau Marsma TNI Ida Bagus Anom, M. SE, mengatakan, aturan pelibatan atau Rule Of Engangement merupakan perintah dari Komando Atas yang memuat instruksi dan petunjuk bagi satuan bawah berupa tindakan umum maupun khusus baik yang diperbolehkan maupun dilarang dalam penggunaan kekuatan.

Penataran ini bertujuan untuk membekali para komandan baik Pangkalan Udara maupun satuan kerja agar setiap tindakan yang dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dan mampu menyusun ROE guna memberikan pedoman kepada setiap prajurit TNI AU dalam bertindak dan menghilangkan keragu-raguan serta mencegah pelanggaran hukum akibat kesalahan prosedur atau cara bertindak dalam pelaksanaan tugas di daerah operasi.

Baca juga:  Tim Wasrik Irjenau Uji Petik Ke Wingdiktekkal

Sementara itu, Pangkoopsau I Marsda TNI Sunaryo sebagai Keynote Speaker menyampaikan, TNI Angkatan Udara sebagai alat pertahanan negara mempunyai tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, harus memahami hukum humaniter dalam menghadapi tugas khususnya Operasi Militer Perang (OMP) baik yang bersifat internasional maupun non internasional dengan senantiasa memperhatikan aspek hukum dan etika dalam konflik bersenjata.

Disamping itu, Pangkoopsau I juga menjelaskan tentang prinsip-prinsip hukum humaniter antara lain prinsip perbedaan, kepentingan militer, kemanusiaan dan kesatriaan serta tujuan hukum humaniter yang memberikan perlindungan terhadap kombatan maupun penduduk sipil dari penderitaan yang tidak perlu, menjamin HAM yang sangat fundamental bagi mereka yang jatuh ke tangan musuh dan mencegah dilakukannya perang secara kejam tanpa mengenal batas.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel