TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Prajurit TNI Harus Menjaga Netralitas

By 17 Apr 2018Berita
_KOP3270

TNI AU. ”Salah satu tantangan yang akan kita hadapi dalam waktu dekat adalah Pilkada serentak Di 171 Daerah di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini pula rangkaian pemilu 2019, akan dimulai. pesta    Demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air. Kerawanan akan timbul bila hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra produktif seperti kampanye Hitam dan Provokasi serta pengerahan Massa yang Anarkis”,  tegas   Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.,  dalam amanat tertulis pada upacara bendera 17 an, di Makoopsau II Makassar, yang dibacakan Askomlek Kas Koopsau II Kolonel Lek Sudirman Harun.

Saya minta kepada seluruh prajurit dan pns tni untuk tidak bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan tetap fokus pada tugas yang diembankan kepada kita sekalian. Prajurit dan pns tni harus dapat membawa kesejukan di tengah-tengah masyarakat dengan tidak turut meneruskan atau menyebarkan isu-isu tidak jelas yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apabila masyarakat meminta konfirmasi, sampaikan penjelasan yang tidak memperkeruh suasana. Jelaskan bahwa dewasa ini masyarakat harus lebih dewasa dalam bersikap di media sosial, karena kegaduhan yang timbul justru akan merugikan masyarakat sendiri.

Prajurit TNI juga harus menjaga Netralitasnya. Hal ini tidak henti-hentinya Panglima TNI menekankan karena TNI adalah institusi stategis yang memiliki jangkauan sampai ke pelosok Nusantara dan mendapat kepercayaan yang tinggi dari Masyarakat. Dan menjamin suksesnya pesta Demokrasi tidak boleh dirusak oleh sikap yang tidak Netral, keikutsertaan beberapa purnawirawan TNI dalam pilkada tidak boleh mempengaruhi Netralitas.

“Prajurit TNI. Partisipasi para purnawirawan tersebut memang menunjukkan adanya penghargaan Masyarakat terhadap purnawirawan,  sekaligus wujud partisipasi aktif dalam politik setelah kembali ke tengah-tengah Masyarakat. Namun partisipasi tersebut tidak boleh menyeret TNI ke kancah politik praktis”, ujar Panglima TNI  lebih lanjut.

Upacara yang ditandai dengan pengibaran bendera merah putih dan pembacaan pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pengucapan Panca Prasetya Korpri itu, diikuti seluruh warga Makoopsau II, baik militer maupun PNS.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit TNI Harus Menjaga Netralitas