Berita

Prajurit TNI Untuk Tidak Terlibat Dalam Perkara Yang Bukan Menjadi Domain TNI

Dibaca: 10 Oleh 17 Jan 2012Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI beserta keluarganya saya tekankan untuk tidak atau melibatkan diri dalam perkara yang bukan menjadi domain TNI, tentunya tidak ada larangan bahkan merupakan kewajiban para Prajurit beserta PNS TNI untuk selalu mengikuti perkembangan situasi guna menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan melalui media massa.

Demikian sambutan Panglima TNI yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hansanuddin Marsekal Pertama TNI Barhim, bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera 17-an, Selasa (17/1) di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.

Upacara yang dilaksanakan dengan kidmat yang juga dikuti oleh Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Mujianto,ST, Para Kepala Dinas tersebut diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, Mengheningkan Cipta, Pembacaan Teks Pancasila, Pembacaan Pembukaan UUD 1945, Pengucapan Sapta Marga, Pembacaan Panca Prasetya Korpri dan Sambutan Panglima TNI.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan, jangan sekali-kali turut campur dalam urusan yang bukan menjadi kewenangan TNI, waspada terhadap segala bentuk provokasi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan tidak bertanggung jawab, untuk itu, para prajurit dan PNS TNI agar selalu pelihara kebersamaan, tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama keluarga besar TNI, TNI dengan aparat negara lainnya dan yang paling utama adalah TNI dengan rakyat, agar kita tidak dapat diadu domba oleh pihak manapun juga yang tidak suka bila melihat TNI solid, utuh dan kuat.

Baca juga:  Anggota Lanud Ranai Dan Ibu Pia AG “Goyang Moreno Dan Dumang"

Seperti kita ketahui bersama, lanjut Panglima TNI, kehidupan nasional tengah menghadapai berbagai tatangan dan ujian, sebagai dampak dari perkembangan lingkungan strategis, baik global maupun regional berikut segala isu yang dibawanya, secara spesifik, isu menonjol saat ini masih didominasi oleh persoalan ekonomi dan politik yang kemudian menyentuh aspek pertahanan dan keamanan.

Dibagian lain sambutannya Panglima TNI menyampaikan, pada tingkat regional, masalah perbatasan, transnasional crime dan masalah keamanan laut, sementara masalah pada tingkat global meliputi permasalahan kesulitan perekonomian di Amerika Serikat dan Eropa, kelangkaan energi, pemanasan global , gerakan reformasi di Negara-negara Arab menuju kearah demokratisasi.

“Sehingga dampak permasalahan global, regional maupun dilingkup nasional sendiri seperti masalah bencana alam, perubahan cuaca, aksi kelompok radikal, komflik horizontal/ komunal dan gerakan separatism maupun sengketa perbatasan tentunya berdampak pada kebijakan penetapan skala prioritas pembangunan TNI”. Tegas Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel