Berita

Prajurit Yon 463 & Kompi “ E “ BS Paskhas Laksanakan Jun’gar

Dibaca: 26 Oleh 21 Mei 2010Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules A-1305 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, selama dua hari Batalyon 463 Paskhas/Trisula dan Kompi “E “ BS Paskhas Lanud Adisutjipto mengadakan terjun payung penyegaran (Jun’gar) di Lanud Iswahjudi, Rabu (3/3).

 

Sebanyak 336 Prajurit “Baret Jingga”, melakukan penerjunan menggunakan parasut statis jenis MC-11C merupakan model parasut terbaru yang dilengkapi dengan panel buka tutup dan kemudi sehingga para penerjun setelah keluar dari pesawat, dapat mengatur letak posisi jatuhnya.

 

Para penerjun tersebut dimuntahkan Pesawat C-130 Hercules A-1305 dari ketinggian 1200 feet. Untuk hari pertama dilaksanakan 3 sortie penerjunan sebanyak 173 peterjun, selanjutnya dihari kedua Kamis (4/3) direncanakan akan menerjunkan 163 Prajurit dalam 3 sortie.

 

Terjun penyegaran rutin tersebut dimaksudkan untuk melatih kesiapan Batalyon 463 Paskhas dan Kompi “ E “ BS Paskhas Lanud Adisutjipto, dalam hal droping pasukan melalui udara.

 

“Diharapkan terjun penyegaran ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga dapat diwujudkan prajurit Paskhas yang profesional dan handal karena pelaksanaan penerjunan tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain medan, cuaca dan keberanian/tekad. Untuk itu latihan ini dilaksanakan secara rutin agar ketangguhan prajurit Paskhas dalam penerjunan semakin mantap meski medan dan cuaca yang dihadapi selalu berubah-ubah”, ungkap Danyon 463 Paskhas Letkol Psk M.A. Silaban.

Baca juga:  WAKASAU : PERGANTIAN TAHUN TIDAK DAPAT DIELAKKAN

 

Pada kesempatan latihan terjun penyegaran tersebut disaksikan pula oleh para siswa SMPN 1 Maospati, yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bhakti wanita Cabang Ponorogo dan TK Kemala Bayangkari Magetan yang sedang mengadakan kunjungan ke Lanud Iswahjudi.

 

Sehingga bagi para pengunjung prosesi latihan terjun penyegaran tersebut menjadi pertunjukan yang istimewa karena jarang didapatkan dan bagi anak-anak dan para siswa hal tersebut menjadi wahana untuk menumbuhkan motivasi dan semangat belajar agar kelak bisa sukses meraih cita-cita seperti para prajurit Paskhas yang sukses melaksanakan latihan tersebut.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel