BeritaBerita UtamaBerita KotamaKorpaskhasau

Prajurit Yonko 463 Paskhas dan Pia Ardhya Garini Ranting 02-2/G.IV engikuti Ceramah Lamja dan Ceramah Bintal Korpaskhas

Prajurit Yonko 463 Paskhas dan Pia Ardhya Garini Ranting 02-2/G.IV engikuti Ceramah Lamja dan Ceramah Bintal Korpaskhas
#TNIAU 

TNI AU. Magetan. Dalam rangka meningkatkan pembinaan mental sebagai upaya membina prajurit dan keluarga secara berkesinambungan, seluruh Prajurit Yonko 463 Paskhas yang ada ditempat beserta Pia Ardhya Garini Ranting 02-2/G.IV Yonko 463 Paskhas mengikuti ceramah Bintal dari Korpaskhas oleh Pabandabintal Bandyawatpers Korpaskhas Mayor Sus Drs. Deden Saepulloh, M.Pd dilanjutkan Ceramah Lamja oleh Kasieval Lamja Korpaskhas Letkol Pas Khairul Arifin  yang diikuti oleh seluruh prajurti Yonko 463 Paskhas di Aula Iswadi Yonko 463 Paskhas, Rabu (04/3/2020).

Pada kesempatan pertama, Pabandabintal Bandyawatpers Korpaskhas dalam materinya menyampaikan bahwa peranan mental ideologi dalam kehidupan prajurit TNI AU yang pertama harus memiliki kesadaran sebagai warga negara, kedua memiliki kesadaran sebagai patriot dan ketiga memiliki kesadaran sebagai ksatria. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kesadaran sebagai warga negara maka setiap pola pikir, sikap dan tindakan harus sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan 8 wajib TNI. Kesadaran sebagai patriot yakni tidak mengenal kompromi, siap siaga dan waspada terhadap setiap ancaman dan tidak mengenal menyerah serta rela berkorban. Sedangkan kesadaran sebagai ksatria mengandung makna senantiasa membela kejujuran, kebenaran dan keadilan, gagah berani dalam membela dan mempertahankan ideologi Pancasila, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta memiliki sifat sederhana, ulet, tabah, menghargai sesama dan rendah hati.

Baca juga:  Upacara Bendera 17 Januari di Lanud Rsn

Sementara itu, Kasieval Lamja Korpaskhas dalam materinya menyampaikan bahwa budaya keselamatan merupakan interelasi (keterkaitan) dari tiga elemen yaitu phsycological (person), behavioral (Job) dan system (organization) yang artinya ada tiga faktor pembentuk budaya keselamatan yaitu pekerja, pekerjaan dan organisasi. Budaya keselamatan tidak bisa dibentuk oleh satu individu, tetapi harus melibatkan semua orang yang ada di dalam organisasi. Budaya keselamataharus dilaksanakan oleh seluruh sumber daya yang ada, pada seluruh tingkatan dan tidak hanya berlaku untuk pekerja saja.

Danyonko 463 Paskhas Letkol Pas Verial Tunruribela berharap seluruh prajurit Yonko 463 Paskhas dapat memahami dan mengerti isi materi yang disampaikan oleh penceramah agar para prajurit memiliki  pemahaman   tentang pentingnya pembinaan mental serta budaya keselamatan dalam setiap pelaksanaan kegiatan sehingga terwujudnya zero accide

Prajurit Yonko 463 Paskhas dan Pia Ardhya Garini Ranting 02-2/G.IV engikuti Ceramah Lamja dan Ceramah Bintal Korpaskhas

Prajurit Yonko 463 Paskhas dan Pia Ardhya Garini Ranting 02-2/G.IV engikuti Ceramah Lamja dan Ceramah Bintal Korpaskhas

Prajurit Yonko 463 Paskhas dan Pia Ardhya Garini Ranting 02-2/G.IV engikuti Ceramah Lamja dan Ceramah Bintal Korpaskhas

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel