Berita

Presiden SBY Kunjungi Lanud Iswahyudi

Dibaca: 8 Oleh 06 Okt 2014Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Hj Ani Yudhoyono, mengunjungi Lanud Iswahyudi Madiun disambut Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia beserta para pejabat TNI-Polri dan Pejabat Pemerintahan Daerah Keresidenan Madiun, Minggu (5/10). 

Kunjungan Presiden tersebut dalam rangka memberikan pengarahan kepada para penerbang dan ground crew yang terlibat demo udara pada peringatan HUT TNI ke-69 Tahun 2014 yang di pusatkan di Dermaga Madura Koarmatim Surabaya. Pada kunjungan tersebut Presiden didampingi oleh Menkopolhukam Masekal TNI (Purn) Joko Suyanto dan Menhan Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro. 

Presiden mengatakan, di akhir tahun 2004 Indonesia mengalami musibah yang luar biasa, Aceh dan Nias dihantam gempa bumi dan tsunami yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang termasuk didalamnya yang tidak ditemukan jenazahnya. 

Waktu itu kita memiliki kekurangan sarana angkut udara serta sarana prasarana Operasi Militer Selain Perang (OMSP), pesawat-pesawat C-130 justru yang datang dari negara-negara lain serta pesawat helikopter Chinok datang dari Singapura, dan beberapa helikopter Black Hawk dari Amerka Serikat. 

Baca juga:  Dua Rekor Muri dipecahkan di Jogja Air Show 2015

Demikian juga kemampuan Angkatan Darat dan Angkatan Laut kita, karena kita mendapatkan sangsi dan embargo militer yang berlasung selama 12 tahun. Itulah yang membangkitkan semangat dan komitmen saya untuk segera mencabut sangsi dan embargo militer waktu itu. 

Dengan diplomasi yang dilakukan , kurang dari satu tahun sangsi dan embargo militer sudah dicabut tetapi ekonomi kita belum pulih dari krisis, itulah lima tahun pertama saya menjabat kepresidenan, demikian dikatakan SBY. 

Dengan pulihnya perekonomian, kita bertekad untuk melakukan pembangunan kekuatan dan modernisasi serta menambah alutsista baik untuk matra darat , matra laut maupun matra udara dengan menetapkan minimum essensial force (MEF) dalam arti standing forces untuk TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang diperlukan untuk kemampuan tangkal sekaligus melaksanakan operasi, baik operasi pertahanan maupun OMSP yang dilaksanakan sepanjang tahun. 

Sistem persenjataan baik darat, laut dan udara pada tahun 2018 yaitu empat tahun dari sekarang kekuatan akan cukup tangguh untuk menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah NKRI. 

Baca juga:  Danyonko 467 Paskhas Berikan Pengarahan kepada Prajurit Paskhas

Untuk itu Presiden berpesan kepada jajaran TNI, “marilah kita gunakan sebaik-baiknya kekuatan pertahanan yang tahun-tahun tetakhir dapat dibagun secara signifikan untuk mengemban tugas negara yang diberikan melalui konstitusi kepada TNI”, ujarnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel