Berita

PROFIL SISWA TERLA BERPRESTASI : SERDA DANIS, SISWA PERTAMA YANG MAMPU TERBANG SOL

Dibaca: 43 Oleh 18 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Selama dua Minggu pelaksanaan pendidikan terbang layang (terla) di Pusdikterla Lanud Suryadarma, Subang dari tujuh siswa peserta pendidikan terla Angkatan ke-23 terdapat salah seorang siswa pria yang cukup berprestasi yaitu mampu terbang solo di sorti ke-22, Senin (26/10). Siswa tersebut adalah Sersan Dua (Serda) Danis Arif Herwoto, anggota Dinas Logistik Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan (Wingdiktekkal), Subang. Padahal sesuai standar kurikulum Pusdikterla untuk dapat mengawaki glider secara solo dijadwalkan pada sorti yang ke-30. Hal ini patut menjadi teladan bagi siswa lainnya yang belum dapat terbang secara solo.

 

Rata-rata siswa lainnya hingga sorti ke-25 pada, Selasa (27/10) masih terbang dengan para instrukturnya di glider tandem. Menurut Serka Andriana Yosef salah seorang instruktur, dilepasnya siswa untuk terbang dengan glider solo dari glider tandem karena telah dianggap mempunyai motivasi yang tinggi untuk terbang solo serta bakat dan kemauannya yang besar untuk menguasai materi-materi pelajaran terla. Diantara alasan tersebut mungkin faktor kemauan kuatlah yang mendorong Serda Danis untuk mampu terbang solo sehingga dia dapat menguasai diri saat mengawaki glider ketika towing atau proses take off, airbonre (pengawakan di udara) dan ditching (pendaratan). Wujud kemauan kerasnya adalah saat mendengar ada pendaftaran siswa terla, ia akui cenderung paksakan dirinya agar menjadi salah seorang dari pesertanya. Sehingga ia berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi berbagai persyaratan administrasi yang cukup ketat dan juga ijin dari dinas, akhirnya semua itu didapat dan tercatatlah ia sebagai siswa terla angkatan ke-23.

Baca juga:  BNPT Gelar Simulasi Tindak Aksi Terorisme Di Bandara Abd. Saleh

 

Demikian kira-kira penuturan Serda Danis yang merupakan putra Yogyakarta kelahiran Sleman 8 Mei 1990. Diakuinya dalam keluarganya tidak ada garis keturunan yang berprofesi sebagai penerbang atau keluarga TNI Angkatan Udara, namun karena tekadnya untuk menjadi atlit terbang layang yang kuat telah mendorongnya untuk perhatian terhadap arahan-arahan instruktur yaitu mendengarkan teknik-teknik yang salah untuk segera diperbaiki agar ketika dapat giliran terbang dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Sebagai instruktur pembimbingnya adalah Dwi Sasongko yang telah mengantongi sekitar 6000 jam terbang glider.

 

Serda Danis Arif Herwoto, sejak remaja bercita-cita menjadi penerbang namun, keinginannya tersebut kandas karena untuk masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) salah satu syaratnya adalah harus lulusan SMK Penerbangan, sedangkan dia lulusan SMK Otomotif. Oleh karena itu, karena di AAU ijazahnya tidak memenuhi syarat maka ia banting stir mendaftar ke bintara TNI AU dan berhasil lulus pada tahun 2008 dari Sekolah Calon Bintara TNI AU di Lanud Adi Sumarmo, Solo Angkatan ke-33. Serda Danis Arif Herwoto kemudian menjalani pendidikan kejuruan bintara Fasilitas dan Instalasi, hingga tiga bulan yang lalu setelah lulus, ia ditempatkan di Wingdiktekkal. Ke depan ia ingin dapat berkarir secara bersamaan baik sebagai prajurit TNI AU maupun sebagai atlit terbang layang, seperti senior-seniornya yang kini menjadi atlet dan instruktur terbang layang sekaligus prajurit TNI AU.

Baca juga:  PIA AG Skatek 042 Budidaya Toga

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel