Berita Kotama

Proyeksi Tugas Lanud Hasanuddin

Dibaca: 61 Oleh 25 Jan 2010Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

PROYEKSI MENYONGSONG TUGAS KEDEPAN

KERJA SAMA DENGAN INSTANSI TERKAIT

Sejarah pertumbuhan Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin sebagai Pangkalan Udara type “B” dalam jajaran Komando Operasi TNI AU II, tidak akan lepas dari sejarah pertumbuhan TNI AU sebagai induknya serta pertumbuhan TNI pada umumnya yang berkembang dan berubah sesuai perkembangan kebutuhan tugas dan keadaan. Dalam kancah perjuangannya Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin telah memberikan andil yang besar bagi terlaksananya tugas TNI Angakatan Udara selaku penegak kedaulatan negara di udara. Penampilan dan peranan segenap warga besar Lanud Hasanuddin selama ini telah mengangkat citra TNI Angkatan Udara, sekalipun sejak berdirinya telah mengalami perbahan-perubahan namun eksistensi dan peranannya tetap berlangsung. Tentunya hal demikian tidak lepas dari rangkaian kerja sama dengan instansi terkait, baik secara moril dan materiil sehingga keberadaan Lanud Hasanuddin dapat menjadi mitra kerja yang potensial.

Dengan menjalin kerja sama ini maka setiap pelaksanaan operasi dapat terlaksana dengan sukses khususnya dengan pihak pengelolah Bandara Internasional Hasanuddin, Pemerintah Daerah, jajaran TNI AD, TNI AL dan POLRI serta pihak Swasta yang selama ini banyak membantu kelancaran operasi udara yang yang diemban Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin. Hal demikian perlu ditindak lanjuti secara berkelanjutan agar mendapatkan hasil yang saling menguntungkan pada masa akan dating dengan tidak mengesampingkan semua rintisan para pendahulu.

MODERNISASI SATUAN

Kepercayaan dan harapan yang diberikan rakyat kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentunya akan turun sampai Satuan terkecil yang dimiliki TNI, untuk selalu merawat dan menjaga inventaris yang dimiliki sehingga pada kondisi tertentu dapat dimanfaatkan dalam membela rakyat menuju kemakmuran dan kejayaan Nusantara tercinta. Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin saat ini dipercayakan untuk merawat dan mengoperasikan Alut Sista yang ada berupa pesawat-pesawat dan instalasi militer lainnya sebagai sarana prasarana pendukung tugas operasi udara yang padat teknologi canggih. Kita dituntut untuk menguasai teknologi itu dalam meraih sukses dimasa depan agar dapat keluar dari ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain di dunia,

Kondisi demikian perlu menjadi pemikiran ke depan agar Alut Sista dapat ditinggalkan dengan menggapai ilmu dan teknologi yang semakin canggih sejalan perkembangan zaman yangb makin maju dan bersaing untuk saling mengejar keunggulan baik di darat, laut dan udara, maka diperlukan modernisasi dari alat utama system senjata udara yang dimiliki Lanud hasanuddin tentunya dengan memperhatikan kemampuan keuangan Negara, oleh karena itu Alut Sista yang ada perlu mendapat perhatian khusus dalam pemeliharaan dan pengoperasian agar dapat bertahan dan siap pakai.

Sumber daya Manusia (SDM) adalah andalan pokok dalam mengawaki Alut Sista yang ada di Lanud Hasanuddin, agar menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut dalam memposisikan personel yang handal dan mumpuni untuk menunjang tugas-tugas operasi yang semakin komplek dan penuh tantangan ke depan dengan mengedepankan profesionalisme dan kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya sehingga pemanfaatan SDM dapat lebih terarah, perlunya pelatihan khusus dalam penanganan suatu sistem yang terkait dengan alat utama system senjata udara tadi maupun pada sarana dan prasarana pendukung lainnya dengan harapan kualifikasi dan kemampuan personel dapat terus meningkat dan pada akhirnya dapat mengawaki secara aman dan selamat setiap tugas operasional yang dibebankan dalam suatu medan operasi dimanapun ditempatkan.

Kondisi demikian menjadi perhatian para Komando Lanud hasanuddin dari masa ke masa dan sejak kepemimpinan Kolonel Pnb SUKIRNO, SE (periode 2001-2003) mulai mencoba menerapkan harapan para Komandan Pangkalan terdahulu dengan mengedepankan hal yang sangat mendesak diadakan pembenahan dan pemantapan organisasi jajaran Lanud Hasanuddin, merecheck kembali kemungkinan-kemungkinan yang dapat ditingkatkan mulai dari asset yang bergerak atau diam perlu penanganan yang serius dan terarah sehingga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh seluruh anggota lanud hasanuddin khususnya, TNI AU pada umumnya.

Baca juga:  Untuk Meningkatkan Keahlian Dan Ketangkasan, Personel Wingdiktekkal Adakan Latihan Menembak

Modernisasi satuan dalam jajaran lanud hasanuddin adalah perlunya meningkatkan status Lanud Hasanuddin dari type “B” menuju Lanud type “A” melihat keberadaannya telah mampu disejajarkan dengan Lanud type “A” lainnya yang ada di Pulau jawa. Keberadaan Detasemen Palu juga menjadi pemikiran untuk dapat dikembangkan menjadi perkuatan yang lebih luas dengan merintis menjadi Pangkalan Udara di daerah Sulawesi Tengah, mencoba membangun kembali lapangan terbang yang ada di Kabupaten Pinrang menjadi lapangan terbang perintis yang diharapkan dapat didarati sejenis pesawat C-212 Cassa, tentunya dengan menggelar personel TNI Angakatan Udara di daerah tersebut, demikian pula dengan lokasi latihan penembakan dalam perawatan Lanud Hasanuddin.

Pengembangan lainnya adalah keberadaan pesawat tempur A-4 Sky Hawk yang saat ini telah memasuki masa kapai yang senja dalam pengertian sudah cukup tua untuk digunakan dalam suatu misi operasi udara, mungkin perlu segera dipertimbangkan untuk dilaksanakan regenerasi dengan type pesawat yang berkemampuan sama namun dengan kondisi yang lebih baru dari yang sekarang, tentu kita semua tidak mengharapkan terjadi hal seperti 1966 dimana Skadron Udara 11 menurunkan logonya.

Kemampuan Skadron Udara 5 dengan pesawat Boing 737 andalannya juga perlu mendapat perhatian yang serius dimana banyak komponen yang sangat penting sudah mulai perlu dimodernisasi agar dapat menunjang misi utamanya sebagai pesawat Pengintai Strategis agar dapat memberikan data akurat pada suatu tugas operasi secara tepat dan tepat, perlunya percepatan regenerasi personel yang mengawaki untuk menjadi Captai Pilot ataupuin IP, dengan demikian jalinan kerja sama dengan penerbangan sipil masih perlu ditindak lanjuti dalam memenuhi percepatan penambahan jam terbangnya ataupun peningkatan kualifikasi para teknisi yang ada di Skadron Udara 5.

Kebangaan Lanud Hasanuddin dapat dirasakan apabila setiap Alut Sista yang ada dalam perawatannya dapat terpelihara dengan baik dan selalu dalam kondisi laik pakai sehingga tidak menghambat jalannya suatu misi operasi yang dibebankan, tentu hal ini tidak akan muncul begitu saja tanpa
Adanya kemampuan yang prima dari para teknisi yang ada di Skadron teknik 044 maupun yang ada di Skadron Udara yang selalu merawat dan menyiapkan semua unsure Alut Sista.

Oleh karena itu kemampuan para teknisi harus dipertahankan dengan memperhatikan jenjang kualifikasi yang dimiliki untuk terus ditngkatkan dan diupayakan regenerasi sedini mungkin agar tidak terjadi kendala yang berkelanjutan dikemudian hari. Kita semua sepaham bahwa suatu teknologi tidak pernah mundur selalu akan maju untuk mendapatkan yang terbaik, dan itu adalah yang mahal diperlukan suatu pelatihan dan pembinaan serta sarana prasarana yang sepadan guna mendukung setiap tugas di lapangan mulai dari ground Support Equipment, Pemadam kebakaran, alat peralatan kerja dan banyak kagi lainnya yang sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pemeliharaan Alut Sista tersebut.

Selain bahasan terdahlu tak kalah pentingnya adalah bagaimana agar semua Alut Sista tersebut dapat terjaga dengan aman, selain para anggota itu sendiri harus dapat menjaga dengan aman, selain para anggota itu sendiri harus dapat menjaga dan merawatnya, tentunya tetap akan melibatkan satuan samping dimana kemampuannya telah difokuskan pada bidang itu antara lain dari unsur Intelpam, Satuan POM AU, Paskhasau dan Pasukan Cadangan Pangkalan (Kamhanlan), perlu mendapat perhatian sehingga dapat lebih menguasai bidang tugasnya dalam mengamankan Alut Sista di Lanud Hasanuddin.
Setelah itu semua terpenuhi maka mari kita melirik ke belakang apakah kesejahteraan anggota beserta keluarganya sudah dapat sejalan dengan tugas yang dihadapi, terutaa pada bidang kesehatan yang saat ini dilayani oleh rumah sakit TNI AU yang ada di Lanud hasanuddin sejogyanya mendapat perhatian pula untuk dapat melayani setiap keluhan yang timbul dari setiap anggota dengan mempertimbangkan ke depan secara bertahap melengkapi sarana prasarana dengan tenaga medisnya kesiapan Para Dokter ahli dan paramedis yang mumpuni.

Baca juga:  Danlanud Adisutjipto Serahkan Penghargaan Kepada Pemenang Lomba Cerdas Cermat Yasarini

PENGEMBANGAN POTENSI DIRGANTARA

TNI Angkatan Udara disamping tugas pokoknya sebagai penjaga kedaulatan di udara juga mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia untuk mengayomi suatu wadah organisasi olahraga kedirgantaraan dan pembinaan adik-adik Pramuka Saka Dirgantara untuk menumbuh kembangkan suatu minat mencintai kedirgantaraan melalui organisasi yang telah dirintis para senior TNI AU dengan mendirikan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) pada tahun 1972 di Jakarta yang pada awalnya untuk menyalurkan hobby para pecinta olahraga kedirgantaraan disamping itu dikembangkan pula minat kedirgantaraan itu di sekolah-sekolah dalam bentuk pembinaan dan pelatihan potensi Dirgantara bekerja sama dengan Pramuka Saka Dirgantara Sulewesi Selatan, Oleh karena itu secara garis organisasi maka setiap Komandan Pangkalan juga selaku Ketua FASI di daerahnya, organisasi ini telah melalui pasang surut yang dilalui dari tahun ke tahun hal demikian disebabkan keterbatasan sarana prasarana dari tiap cabang olahraga yang ada disuatu daerah menyebabkan sasaran pembinaanpun sering terhenti di tengah jalan kemudian muncul lagi setelah mendapat donatur yang mampu, namun tetap menjadi kendala karena tidak semua anggota TNI AU peduli akan kegiatan olahraga ini, maka dari itu perlu kiranya suatu pola pemikiran ke depan agar organisasi yang dibina oleh TNI AU ini dapat berkembang disemua daerah dengan menerapkan suatu keharusan bagi anggota TNI AU untuk mengetahui olahraga kedirgantaraan dengan memberi waktu khusus agar dapat mempelajari tiap cabang olahraga dirgantara.

Perkembangan Pengurus Daerah FASI Propinsi Sulawesi Selatan (perubahan nama FASIDA sesuai hasil Munas FASI VII 2002 di Jakarta) telah menunjukkan suatu peningkatan yang menggembirakan dimana cabang olahraga dirgantara yang ada di Sulawesi Selatan tetap rutin melaksanakan pelatihan sehingga menambah peminat dari kalangan remaja di Sulawesi Selatan, sejak Kolonel Pnb SUKIRNO, SE, menjabat sebagai Komandan Lanud Hasanuddin juga selaku Ketua Pengda FASI Propinsi Sulawesi Selatan telah mengembangkan satu cabang ordirga Terbang Layang dan atletnya langsung diikutkan dalam Kejurnas 2002 di Lanud Suryadarma Kalijati mendapatkan Medali Perak Perunggu, selain itu untuk cabang ordirga Aeromodeling mendapatkan Medali Perunggu pada Kejurnas 2002 di Lanud Adi Sucipto Jogyakarta, sementara untuk cabang ordirga Micro Light telah menyelesaikan pelatihan penerbang sampai Angkatan VI dengan total peserta seluruh sebanyak 255 orang, cabang olahraga Terjun Payung dan Parah Layang/Gantole juga diharapkan dapat terus meningkatkan prestasi para atletnya untuk dapat turut serta pada even-even kejuaraan baik Nasional maupun Interansioanl di masa akan dating.   Untuk mencapai hal tersebut perlu penataan pembinaan dan pelatihan serta regenerasi yang berkelanjutan dan segera melengkapi sarana prasarananya, juga perlunya pengadaan suatu perkantoran Sekeretariat yang dapat diamnfaatkan oleh Pengda FASI dan Saka Dirgantara, tentunya akan memberi waktu yang cukup kepada pengurus dalam menata organisasi, memberi pelayanan kepada para peminat dan lebih leluasa mendapatkan informasi terbaru tentang dunia olahraga kedirgantaraan di daerah Sulewesi Selatan.

Baca juga:  LatihanTri Patra Gelar Simulasi Tahapan Tindakan Pilkada Serentak Di Lanud Adisutjipto

KESIAPAN LANUD HASANUDDIN DALAM TUGAS OPERASI UDARA

Pada dekade reformasi ini dimana NKRI memasuki masa pembaharuan dalam kanca perpolikan dalam negeri yang cenderung bergesakan antara satu dengan yang lainnya, tentunya akan menimbulkan akibat yang serius bila tidak cepat ditanggulangi dengan cermat dan bijaksana, disisi lain tuntutan masyarakat akan keberadaan TNI hanya untuk menjadi alat pertahanan dengan mengeser para wakil-wakil TNI di Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 2004 mendatang adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dengan mengedepankan pola pemikiran paradigma TNI.

Menyikapi kondisi tersebut Lanud Hasanuddin yang merupakan bagian dari TNI tentu menyiapkan sedini mungkin untuk selalu waspada agar tidak terdadak dengan keadaaan itu, berbagai tuntutan masyarakat masih mendominasi situasi politik Indonesia baik yang ada di Pulau Jawa, Aceh, Palu, Maluku dan Papua yang tendesinya mengarah pada disintegrasi kesatuan bangsa Indonesia. Lanud Hasanuddin dengan satuan jajarannya telah menanggapi hal ini dengan selalu menyiagakan satuan Kamhanlan yang siap sedia bergerak apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk mengamankan wilayah kekuasaan mulai dari Ring III disamping itu meningkatkan sarana dan prasarana pendukungnya secara bertahap dan bekelanjutan.

Pelaksanaan operasi udara adalah bentuk operasi yang mengandalkan pesawat, persenjataan dan manusia yang mengawakinya serta dukungan logistik lainnya yang harus terpadu dalam satu rumusan operasi sehingga dapat tercapai tujuan dengan hasil maksimal. Lanud Hasanuddin sebagai Pangkalan pesawat pengintai strategis dengan Call Sign CAMAR dan pesawat tempur taktis dengan Call Sign SRITI adalah andalan utama Lanud Hasanuddin dalam pelaksanaannya suatu misi operasi digaris depan dan juga dapat dimanfaatkan sebagai Pangkalan Aju bagi semua unsur pesawat yang dimiliki oleh TNI AU, kedepan Lanud Hasanuddin diharapkan mampu mendukung setiap pergerakan pesawat dengan membenahi fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya secara bertahap dengan tingkat kemampuan personel yang professional, efektif, modern dan handal dalam bidangnya.

Sesuai rencana pemerintah untuk meluaskan Bandara Internasional Hasanuddin, tentunya akan berpenngaruh pula pada kesiapan Lanud Hasanuddin untuk menerima beberapa fasilitas yang ditinggalkan oleh pengelolah Bandara dan diharapkan runway 13-31 sepenuhnya dapat dioperasikan oleh Lanud Hasanuddin, oleh karena itu perlu persiapan yang matang dengan menyiapkan SDM yang handal dari jajaran Lanud Hasanuddin untuk mengantisipasi tugas berat dimasa mendatang

MENUJU ABAD XXI

Langkah kongkrit yang dilaksanakan Lanud Hasanuddin memasuki era globalisasi pada melenium II ini dimana kondisi negara masih dalam keterpurukan dengan situasi yang tidak menentu baik sektor ekonomi, politik dan keamanan menjadikan Lanud Hasanuddin harus tanggap dan siap menghadapi setiap permasalahan dengan mengedepankan suatu sistem manajemen terpadu dalam menata organisasi satuan beserta jajaran dibawahnya agar selalu siaga membaca situasi dan gejolak yang setiap saat dapat muncul dalam masyarakat, tentunya akan berdampak pada keamanan dan ketertiban Lanud Hasanuddin.

Menyongsong abad XXI perlu segera mempersiapkan semua perangkat yang ada dengan suatu tatanan pengendalian dan pembinaan yang terpadu pada setiap strata kerja dalam jajaran Lanud Hasanuddin agar dapat selalu eksis menyongsong abad XXI dengan menempatkan SDM yang handal berdedikasi tinggi sesuai tingkat kewenagannya dengan pola pikir dan alur pikir yang rasional dapat diterima oleh semua kalangan baik dalam lingkungan sendiri maupun dalam peradaban bermasyarakat dimanapun ditempatkan dan ditugaskan sebagai abdi negara.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel