Berita

Puncak Peringatan HUT TNI Ke 72 di Wilayah Kalimantan Selatan

Dibaca: 33 Oleh 06 Okt 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Tak terasa 72 tahun sudah TNI mengabdi kepada Ibu Pertiwi. Di usia yang tergolong senja bagi seorang manusia, namun tidak bagi prajurit TNI di seluruh Nusantara. Dengan mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional Siap Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Berdaulat, Berkepribadian Adil Dan Makmur”, upacara Puncak Peringatan HUT ke 72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) se-Kalimantan Selatan dilaksanakan di lapangan Rindam VI Mulawarman Banjarbaru, Kamis, (5/10). Bertindak sebagai Inspektur upacara Komandan Rindam VI MLW Kolonel Inf Iwan Ma,ruf Zainuddin.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Abbdul Haris, M.MPol., MMOAS., didampingi oleh Ketua PIA Ardhya Garini Cab.12/D.II Lanud Sjamsudin Noor Ny. Astrid Yuskarina Haris, hadir pada Upacara Puncak Peringatan HUT ke 72 TNI di wilayah Kalsel tersebut yang diikuti oleh satu SSK pasukan dari Lanud Sjamsudin Noor dan seluruh unsur kesatuan TNI/Polri Kalsel dan instansi sipil lainnya. Turut hadir pula diantaranya para unsur FKPD Tk. I dan II Prov Kalsel, para pejabat TNI/Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan segenap elemen masyarakat serta beberapa mantan pejuang yang tergabung dalam LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia).

Baca juga:  Pangkat dan Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Komandan Rindam VI MLW Kolonel Inf Iwan Ma,ruf Zainuddin selaku inspektur upacara HUT TNI ke 72 wilayah Kalsel mengatakan serta mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar dapat memaknai usia TNI ke-72 ini, untuk mengingat kembali jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional, seperti yang dinyatakan Panglima Besar Jenderal Soedirman bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air, ikan tidak akan hidup tanpa air, Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI.

Untuk itu, TNI harus terus hidup berdampingan bersama rakyat. Karena hal ini merupakan ciri dari TNI. Makna yang terkandung dalam hal tersebut adalah TNI tumbuh dan berjuang bersama rakyat. Ini ciri yang tidak boleh pudar. Kesejatian itu harus dikembangkan dan diserasikan dengan pola pikir masyarakat yang lebih modern karena bersama rakyat, TNI kuat. Selama ini TNI telah dan akan memberikan sumbangsihnya kepada Bangsa dan Negara baik melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam tugas OMSP telah dilakukan prajurit TNI dengan baik. Tugas-tugas tersebut merupakan refleksi prestasi dan kinerja optimal yang dipersembahkan TNI kepada rakyat seperti penanggulangan kebakaran hutan, bantuan kepada korban bencana alam banjir dan longsor, maupun keberhasilan TNI melaksanakan Operasi Tinombala dalam rangka menumpas aksi-aksi terorisme.

Baca juga:  Tetap Perhatikan Keamanan Dan Kesehatan

Dalam upacara ini dilaksanakan juga pemberian tanda kehormatan, kepada perwakilan dari tiga angkatan (AD, AL, AU). Tanda kehormatan ini diberikan sebagai penghargaan kepada prajurit yang telah berjuang luar biasa atas pengabdiannya dimana selama 8, 16, dan 24 tahun secara terus menerus tanpa cacat.

Semoga eksistensi TNI kedepan dimasa yang akan datang dapat semakin lebih maju, profesional dan dicintai rakyat serta lebih mengedepankan nilai-nilai persuasif ketika berhadapan dengan masyarakat, dan bertindak tegas ketika menghadapi ancaman dan gangguan terhadap NKRI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel