Berita

Putra Pelaku Sejarah Kunjungi Muspusdirla

Dibaca: 38 Oleh 03 Jan 2017Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Putra pelaku sejarah TNI Angkatan Udara Prof. Dr Abdul Rachman Saleh, Bapak Triawan Saleh kunjungi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Senin (2/1).

Bapak Triawan Saleh bertolak dari Jakarta ke Yogyakarta bertujuan untuk mengunjungi Muspusdirla dan ziarah ke Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara di Ngoto. Selama berada di Muspusdirla rombongan yang berjumlah 11 orang terdiri dari istri, anak, menantu dan para cucu, mereka sangat bahagia dapat menyaksikan langsung koleksi peninggalan pelaku sejarah yang salah satunya adalah orang yang paling mereka kagumi sebagai bapak, kakek dan buyut. Pak Triawan Saleh begitu aktif memberikan penjelasan kepada anak dan cucu-cucunya tentang peristiwa Pesawat Dakota VT-CLA yang jatuh ditembak pesawat Kitty Hawk Belanda yang mana di dalamnya ada tokoh perintis TNI AU sebagai pelaku sejarah di antaranya Prof. Dr Abdul Rachman Saleh, Adisutjipto dan Adisoemarmo yang ikut gugur dalam peristiwa naas itu. Dari penjelasan sang kakek beberapa kali anak dan cucu-cucu melontarkan pertanyaan terkait peristiwa jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA, menurutnya, penembakan terhadap pesawat Dakota VT-CLA oleh Belanda dilakukan karena ingin balas dendam atas peristiwa pagi harinya yang dilakukan oleh para kadet TNI Angkatan Udara yang menyerang tangsi-tangsi Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga pada tanggal 29 Juli 1947.

Baca juga:  PERINGATAN KE-68 HUT TNI AU DILANUD MAIMUN SALEH SABANG

Usai melihat seluruh koleksi Muspusdirla, rombongan di suguhi dengan pemutaran film Jupiter Aerobatic Team di ruang Mini Theater, setelah itu rombongan juga mengunjungi Bunker Muspusdirla yang diresmikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya pada tanggal 30 November 2016. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara di Ngoto untuk ziarah ke makam Prof. Dr Abdul Rachman Saleh.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel