Berita

Radar MASTER–T Satrad 213 Beroperasi

Dibaca: 410 Oleh 26 Mei 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Awal 2007 Radar MASTER–T Satrad 213

Tanjung Pinang Resmi Beroperasi

 

Di awal Tahun 2007 TNI Angkatan Udara resmi mengoperasian Radar Master-T Satuan Radar 213 dibawah Kosek Hanudnas I dan berkedudukan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (10/1).

 

Pengoperasian Radar Master–T buatan Perancis ini sebagai tindak lanjut dari program Pembangunan kekuatan Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas) sebagai upaya lebih memantapkan sistim pertahanan udara nasional wilayah barat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kawasan strategis ini merupakan wilayah yang berhimpitan dengan jalur lalu lintas internasional maupun wilayah negara tetangga.

 

Dengan dioperasikannya Radar Master-T sebagai Fixed Station Radar GCI Master-T, diharapkan dapat mendeteksi secara maksimal khususnya dalam memantau kegiatan penerbangan di wilayah perbatasan udara Zona Ekonomi Eksklusif di kawasan Barat Indonesia. Mengingat betapa strategisnya wilayah itu, maka Satrad 213 Tanjung Pinang menjadi sangat penting dalam hal pengawasan wilayah Indonesia tercinta, hal itu akan berjalan ideal, karena radar merupakan mata dan telinga dari sistem Pertahanan Udara serta sebagai ujung tombak dari penegakan kedaulatan negara di udara.

Baca juga:  Wakasau Ingatkan Prajurit TNI AU untuk Jaga Netralitas

 

Untuk melindungi asset nasional berupa obyek vital yang bernilai strategis dari kemungkinan ancaman melalui media udara, maka kegiatan operasi pertahanan udara harus dilaksanakan secara terus-menerus, khususnya operasi pengamatan wilayah udara yang diperkirakan merupakan jalur-jalur pendekat. Dengan adanya radar diharapkan secara cepat dapat dideteksi secara dini apabila terjadi pelanggaran wilayah udara, sehingga tidak satupun benda yang bergerak di ruang udara nasional terlepas dari pengamatan.

 

Pengamatan udara di corong barat wilayah Indonesia inilah yang akan dilaksanakan oleh satuan radar 213 Kosek Hanudnas I disamping tugas-tugas lainnya dalam lingkup sistim Pertahanan Udara Nasional. Rencana pembangunan sistim pertahanan udara nasional akan dibangun secara bertahap, sehingga dapat mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan tujuan tercapainya penguasaan dan pengendalian ruang udara di atas wilayah udara Nasional, baik sebagai sarana peringatan dini maupun untuk kepentingan intersepsi.

 

Kesiapan operasional yang merupakan sinergi dari profesionalisme personel dan kecanggihan alat utama sistem senjata yang ada, merupakan modal utama untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas. Karenanya upaya-upaya untuk mewujudkan kesiapan operasional selalu mendapatkan prioritas utama, melalui latihan-latihan yang dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Baca juga:  144 ANGGOTA LANUD HALIM NAIK PANGKAT

Radar MASTER–T Satrad 213 Beroperasi

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah saat meninjau beroperasinya radar Master-T, Satrad 213, Tanjung Pinang, Rabu (10/1).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel