Berita

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi 1937: Dharma Santi Di Lanud Ngurah Rai

Dibaca: 31 Oleh 23 Mar 2015Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937 Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto W. S.Sos., beserta seluruh personil menyelenggarakan kegiatan Dharma Shanti pada hari Senin, 23 Maret 2015 di Lapangan Apel Lanud Ngurah Rai. Acara tersebut dilaksanakan setelah upacara bendera Mingguan. Sesuai dengan tema yang digunakan dalam pelaksanaan perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1937/2015 M adalah “Dengan Hikmah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937/2015 M Kita Mantapkan Sradha dan Bhakti Prajurit Untuk Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Pada kesempatan tersebut Komandan lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto. W. S.Sos., atas nama Komandan dan pribadi serta keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi yang telah dilaksanakan, juga mengucapkan tahun baru saka 1937 kepada seluruh anggota Lanud Ngurah Rai yang beragama Hindu, semoga dengan melaksanakan Hari Raya Nyepi ini dapat menambah semangat dedikasi dan loyalitas, semangat kerja kita terhadap kedinasan di Lanud ngurah Rai khususnya, dan TNI AU pada umumnya yang lebih luas lagi terhadap bangsa dan negara yang kita cintai.

Baca juga:  Lanud Smh Latihan Menembak Senjata Laras Panjang SS1

Dharma Santi merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan beberapa hari setelah hari raya Nyepi, Dharma Santi atau lebih dikenal dengan silaturahmi atau halal bihalal yaitu kegiatan kunjung mengunjungi dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar untuk menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Saka dan terbinanya kerukunan serta perdamaian.

Dharma Shanti suatu ajaran untuk dapat menciptakan perdamaian diantara sesama umat manusia. Makna kegiatan dari Dharma Shanti adalah untuk saling maaf memaafkan dengan hati dan pikiran yang suci dengan diiringi oleh ucapan yang bersifat tulus dan ikhlas, menghapuskan segala kekhilafan yang sudah diperbuat serta hidup didalam kerukunan dan damai.

Sehubungan dengan perayaan Nyepi, bagi umat hindu ada beberapa larangan keras untuk melakukan kegiatan atau disebut dengan istilah catur berata yakni proses pengekangan diri dari segala yang bersifat keduniawian yang diantaranya amati geni atau tidak boleh menyalakan api atau ada cahaya yang menyala, amati karya atau menghentikan aktivitas kerja dan tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan, amati lelungaan tidak boleh bepergian, serta amati lelanguan tidak boleh ada hiburan yang dilakukan mulai dari hari Sabtu pukul 06.00 hingga Minggu 06.00 keesokan harinya. Berdasarkan ketentuan tersebut, seluruh warga Lanud Ngurah Rai dilarang untuk keluar rumah dan tidak boleh menyalakan cahaya lampu pada malam hari. Bagi yang melanggar maka akan mendapatkan sanksi dari petugas adat yang biasa disebut pecalang.

Baca juga:  Pelatihan Teknis (MTT) Permildas Di Lanud Husein Sastranegara

Sebelum pelaksanaan Nyepi umat hindu melaksanakan beberapa ritual upacara keagamaan diantaranya Melasti, Mecaru dan Pengerupukan yang dimeriahkan dengan pawai ogoh – ogoh. Ritual yang terakhir dari perayaan Nyepi adalah Ngembak Geni yang bermakna ngelepas brata yaitu berakhirnya pelaksanaan brata penyepian.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel