TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi 1940: Dharma Santi di Lanud Ngurah Rai

By 22 Mar 2018Berita
DHARMA_SANTI

TNI AU. Badung-Dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman., beserta keluarga besar Lanud Ngurah Rai menyelenggarakan kegiatan Dharma Shanti pada hari Rabu, 21 Maret 2018 bertempat di Rumah Dinas Kediaman Danlanud. Sesuai dengan tema yang digunakan dalam pelaksanaan perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1940/2018 M “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Sradha dan Bhakti Prajurit TNI yang dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional dan Moderen Siap Mendukung Tugas Pokok”.

Dalam kesempatannya Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman, mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi yang telah dilaksanakan, Danlanud juga mengucapkan tahun baru saka 1940 kepada seluruh keluarga besar Lanud Ngurah Rai yang beragama Hindu, semoga dengan melaksanakan Hari Raya Nyepi ini dapat menambah semangat dedikasi dan loyalitas, semangat kerja kita terhadap kedinasan di Lanud Ngurah Rai khususnya, dan TNI AU pada umumnya yang lebih luas lagi terhadap bangsa dan negara yang kita cintai.

Lebih lanjut Danlanud juga berpesan kepada personel Lanud Nurah Rai supaya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari kita harus mempunyai pemikiran yang baik dibarengi juga dengan tutur kata dan berkelakuan baik. Sehingga kita dapat memetik hasil yang baik juga dalam kehidupan kita nantinya, ungkap Danlanud. Dharma Santi merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan beberapa hari setelah hari raya Nyepi,Dharma Santi atau lebih dikenal dengan silaturahmi atau halal bihalal yaitu kegiatan kunjung mengunjungi dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat sekitar untuk menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Saka dan terbinanya kerukunan serta perdamaian.

Dharma Shanti suatu ajaran untuk dapat menciptakan perdamaian diantara sesama umat manusia. Makna kegiatan dari Dharma Shanti adalah untuk saling maaf memaafkan dengan hati dan pikiran yang suci dengan diiringi oleh ucapan yang bersifat tulus dan ikhlas, menghapuskan segala kekhilafan yang sudah diperbuat serta hidup didalam kerukunan dan damai.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi 1940: Dharma Santi di Lanud Ngurah Rai