Berita

RAJA SWEDIA KUNJUNGI SATUAN KARYA PRAMUKA DIRGANTARA

Dibaca: 6 Oleh 01 Feb 2012Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Raja Carl XVI Gustaf dari Kerajaan Swedia selaku Ketua Pramuka Sedunia menyempatkan diri berkunjung ke Satuan Karya Pramuka Dirgantara, di Lapangan Terbang, Bumi Perkemahan Cibubur, Selasa (31/01) dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Indonesia. Didampingi Menegpora Andi Malarangeng, Honourary Chairman International Scout ini bertanya-jawab dengan anak-anak Pramuka yang berada dibawah pembinaan Binpotdirga Lanud Halim Perdanakusuma.

Ketua Pramuka Sedunia Raja Carl XVI Gustaf sangat terkesan dengan kunjungannya ke Laptera Cibubur yang merupakan pusat dan fasilitas kegiatan Pramuka Saka Dirgantara ketika menyaksikan keterampilan anak-anak Pramuka Saka Dirgantara dalam menerbangkan pesawat bermotor. Seperti yang dijelaskan oleh Kadispotdirga Marsma TNI Khoirul Arifin selaku Ketua Pinsaka Dirgantara Nasional bahwa Saka Dirgantara atau Satuan Karya Pramuka Dirgantara ini memiliki berbagai kecakapan yang patut dibanggakan. Hal ini dapat dilihat dari deretan karya anak-anak Pramuka yang menampilkan berbagai jenis pesawat miniatur, mulai dari Paper Aircraft dengan cara pembuatannya sampai dengan pesawat Glidder dengan ukuran aslinya yang dipajang di halaman luar gedung.

Baca juga:  Kunjungan Kerja Kepala Staf Angkatan Udara Di Kipan C Yonko 467 Paskhas

Lebih lanjut dikatakan, syarat-syarat kecakapan khusus kelompok kedirgantaraan berdasarkan Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.99 tahun 1996 tanggal 5 Agustus 1996 terbagi dalam tiga bagian besar yakni Krida Olahraga Dirgantara; Krida Pengetahuan Dirgantara dan Krida Jasa Kedirgantaraan. Krida Olahraga Dirgantara yakni TKK PSW Bermotor, TKK PSW Tak Bermotor, Aero Modelling, Terjun Payung dan Layang Gantung. Sedangkan Krida Pengetahuan Dirgantara terdiri dari Navigasi Udara, PLLU, Meteo, Fasilitas Penerbangan, Aerodinamika. Terakhir Krida Jasa Kedirgantaraan terdiri dari Teknik Mesin Pesawat Udara, Struktur Pesawat, Komunikasi dan SAR.

Para tamu Negara, merasa kagum dan banggga terhadap kemampuan yang dimiliki oleh para pencinta dunia dirgantara, sebab spot kunjungan Saka Dirgantara lebih condong menampilkan minat kedirgantaraan dan perkembangan teknologinyanya. Kesempatan ini pula di pajang beberapa foto dokumentasi Declaration of the First Scout pada 11 April 1959 yang diadakan di Lapangan Terbang Tjililitan yang sekarang ini terkenal dengan nama Lanud Halim Perdanakusuma.

Menurut Wakil Pimpinan Saka Dirgantara Mayor Pnb Ali Gustam yang juga selaku Kasi Binpotdirga Lanud Halim Perdanakusuma, pusat kegiatan Saka Dirgantara dulunya berada di wilayah Lanud Halim, namun dengan adanya perkembangan selanjutnya maka dialihkan ke Laptera Bumi Perkemahan Cibubur.

Baca juga:  Sosialisasi Perjanjian Kerjasama Kohanudnas Dan Airnav Indonesia

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel