Berita

“RAJAWALI FLIGHT TERTEMBAK MUSUH”

Dibaca: 63 Oleh 15 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Tepat pk.06.00, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II (Pangkoopsau II) mengeluarkan perintah operasi agar Rajawali Flight melaksanakan pengeboman terhadap daerah pertahanan musuh di Co.08˚10΄14,6″ S, 111˚47΄02.1″E.. Mendapat perintah tersebut seluruh ground crew dan segenap pendukung menyiapkan pesawat tempur yang akan digunakan. Setengah jam kemudian pesawat dengan perlengkapannya berupa sejumlah bom, rudal maupun amunisinya berhasil terbang menuju sasaran.

 

Dalam operasi tersebut sasaran berhasil dibombardir hingga melumpuhkan kekuatan musuh. Namun salah satu pesawat tempur dari Rajawali Flight mengalami kecelakaan akibat dari tembakan senjata penangkis serangan udara musuh, sementara pilot berhasil menyelamatkan diri dengan melakukan bail out (keluar dengan kursi lontar) dan jatuh di daerah yang masih dikuasi musuh.

 

Dengan demikian maka sang pilot harus berusaha untuk tetap bertahan hidup dalam situasi dan kondisi yang serba sulit (Survival). Langkah pertama menghindar dari kejaran musuh menuju daerah aman dengan melakukan evation (berpindah tempat dengan aman dan dapat melanjutkan usaha untuk hidup) menuju Co.08º14′06.7″S, 111º47′02.7″E. (berjalan menggunakan alat bantu kompas dan peta).

Baca juga:  PEMBEKALAN ISTERI PASIS SESKOAU

 

Dalam perjalanan menuju daerah aman tersebut survivor (pilot Rajawali Flight) dihadapkan pada situasi penghadangan yang dilakukan oleh sisa-sisa pasukan musuh yang berusaha untuk menangkapnya. Menghadapi situasi yang demikian survivor mempertahankan dari ancaman musuh (resistent) dan melarikan diri keluar dari daerah musuh (escape) menghindar dari pantauan musuh.

 

Meskipun survivor telah berhasil keluar dari daerah bahaya dan berada didaerah aman dari ancaman maupun pantauan musuh di Co.08º14′06.7″S, 111º47′02.7″E, namun Tim SAR yang didukung dengan Hellycopter masih terkendala oleh keadaan cuaca dan medan tempat tersebut, sehingga tidak dapat melakukan pertolongan. Maka survivor harus menuju daerah yang memungkinkan untuk mendapatkan pertolongan dari Tim SAR yaitu pada Co.08º17′21.8″S,111º45′53.2″E. Dengan berbagai upaya dan melewati medanyang sulit, akhirnya survivor berhasil mencapai koordinat tersebut dan mendapat pertolongan dari tim SAR dan kembali ke home base untuk mendapat perintah pimpinan lebih lanjut.

 

Demikian skenario latihan Combat Survival Koopsau II yang dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2009. Diikuti seluruh penerbang dan air crew jajaran Koopsau II. Menggunakan medan latihan Lanud Iswahjudi, Magetan dan gunung hutan serta pantai Prigi, trenggalek, Jawa Timur. Melibatkan sejumlah pelatih dari Paskhas Batalyon 463 dan pendukung latihan dari Koopsau II maupun Lanud Iswahjudi.

Baca juga:  Sosialisasi Pemeliharaan Server Website Kohanudnas

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel