TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Rakernis Koopsau II TA. 2019

By 06 Feb 2019 Berita
IMG_8528

TNI AU.  Komando Operasi TNI Angkatan Udara II melaksanakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2019 bertempat di Ruang Rapat Bekmatpus Dismatau, Jakarta Senin (4/2). Disamping Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi, Rakernis ini juga turut dihadiri oleh Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono, Para Pejabat Makoopsau II, Para Danlanud Jajaran Koopsau II, Para LO Kodam Jajaran Koopsau II, Para Danwing, Para Dan Skadron Udara, Para Danskatek serta Kadiops Lanud Adisudjipto dan Kadisops Lanud Soemarmo, secara keseluruhan jumlah peserta Rakernis adalah 56 orang termasuk Tim Pendukung.

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsda TNI Henri Alfiandi ketika membuka acara Rakernis tersebut mengatakan bahwa Rakernis Koopsau II, merupakan kegiatan yang sudah diprogramkan pada setiap tahun anggaran. Kegiatan ini  sangat penting dilaksanakan selain sebagai sarana silaturahmi antara Komandan Lanud dan Lo Kodam Jajaran   Koopsau  II, Danwing, Danskadron Udara, serta Danskatek   dengan  Pejabat Koopsau   II,  juga sekaligus sebagai   media evaluasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2018 serta permulaan kegiatan tahun anggaran 2019.

Rapat kerja teknis diperlukan guna menyatukan persepsi, menjabarkan arah kebijakan dan instruksi pimpinan  dalam  pelaksanaan  tugas pokok diseluruh jajaran Koopsau II agar dapat dipahami secara seksama, evaluasi pencapaian sasaran pelaksanaan program kerja  tahun anggaran sebelumnya, serta kendala-kendala maupun program yang belum terlaksana hendaknya menjadi titik  tolak dalam pelaksanaan program kerja Koopsau II tahun anggaran 2019 Ujar Henri Alfiandi.

Lebih Lanjut Pangkoopsau II berharap agar hasil-hasil diskusi pada rapat kerja teknis yang diselenggarakan dalam waktu satu hari ini, benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan sebagai acuan serta sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan pada tahun anggaran 2019, bagi seluruh jajaran  Koopsau II, agar menghasilkan out put yang optimal bagi keberhasilan organisasi.

Seperti     kita   ketahui,   bahwa kondisi    perekonomian nasional dengan berbagai dampaknya sampai saat ini belum sepenuhnya dapat teratasi secara signifikan. Kemampuan dukungan anggaran yang kita perlukan untuk memenuhi kebutuhan satker-satker Jajaran Koopsau II, masih jauh dari kebutuhan minimal, demikian pula halnya dengan pembangunan dan  pemeliharaan alutsista, dihadapkan dengan tuntutan kesiapan alutsista untuk melaksanakan tugas pokok Koopsau II, khususnya yang berkaitan dengan pengoperasian alutsista, dituntut untuk dapat melakukan efisiensi penggunaan jam terbang dengan prioritas “kepentingan operasi”  dan  maintaining skill bagi para awak pesawat.  Hal  ini   memang    sangat dilematis, oleh karena itu para Komandan Satuan  jajaran   harus mengambil langkah–langkah kongkrit, sehingga dengan keterbatasan alokasi jam terbang tidak sampai  mempengaruhi kemampuan awak pesawat, agar misi penerbangan dapat terlaksana dengan lancar, aman dan  selamat. Sasaran akhir bidang operasi dan latihan terlaksana dengan baik serta tercapainya zero accident “.

Pada Pembukaan Rakernis ini Pangkoopsau II, juga berkenan memberikan Piagam Penghargaan kepada Lanud jajaran yang dianggap mempunyai prestasi yang menonjol dalam pelaksanaan tugas. Adapun Lanud yang mendapatkan Penghargaan adalah : Lanud Abdulrachman Saleh, sebagai Pangkalan Udara yang cepat tanggap pada peristiwa bencana alam  di Lombok dan Palu, Lanud Sultan Hasanuddin sebagai Pangkalan Udara yang cepat tanggap pada bencana alam di Lombok, Palu dan Sulawesi Selatan, Lanud Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atas partisipasi seluruh prajurit dan PNS TNI AU dalam merehabilitasi dampak bencana alam di Lombok, Lanud Dhomber atas kerja sama yang baik seluruh prajurit dan PNS TNI AU dalam kelancaran penyaluran bantuan bencana alam di Palu,  Lanud I Gusti Ngurah Rai atas partisipasi seluruh prajurit dan PNS TNI AU dalam mensukseskan IMF Word Bank Meeting 2018, Skadron Udara 5 atas partisipasi dalam memantau bencana alam di Lombok dan Palu dan Skadron Udara 32 atas kerja keras dalam penanganan bencana alam di Lombok dan Palu, serta yang terakhir adalah penghargaan khusus Pangkoopsau II kepada Kolonel Nav Budi Handoyo, Komadan Lanud Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang sukses membangun sinergitas dengan Forkompimda hingga sangat mendukung tugas sehari-hari.

Setelah seharian pelaksanaan Rakernis, maka pada sesi penutupan Pangkoopsau II menyampaikan beberapa penekanan kepada Para Pejabat Makoopsau II, Danlanud jajaran, LO Kodam, Dan Skadorn Udara serta Danskatek untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas disatuan masing-masing     yaitu :

Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, Laksanakan tugas dan fungsi sesuai kewenangannya secara optimal, yang berlandaskan  pada  moralitas, dedikasi dan ketulusan hati dalam bekerja serta tanggung jawab yang tinggi.

Ketiga, Tingkatkan perhatian terhadap bawahan dengan pendekatan leadership yang berkarakter, terapkan reward and punishment dalam upaya menekan angka pelanggaran prajurit semaksimal mungkin.

Keempat, Tingkatkan pembinaan kemampuan dan kekuatan satuan, sehingga diharapkan profesionalitas prajurit dan kesiapsiagaan operasional pangkalan udara dapat terwujud, jaga kedekatan dengan unsur-unsur muspida setempat serta komponen lainnya, tingkatkan solidaritas dan soliditas TNI/Polri dan masyarakat di daerah dengan baik.

Kelima, Tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka deteksi dan cegah dini untuk mengantisipasi situasi yang berkembang di daerahnya, khususnya yang menyangkut penyerobotan tanah oleh masyarakat.

Keenam, Agar setiap kejadian yang menonjol di kesatuannya segera di laporkan kepada saya pada kesempatan pertama baik melalui telefon maupun wa.

Ketujuh, Agar setiap komandan satuan jajaran memperhatikan perintah panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto tentang netralitas TNI. menginggat tahun ini kita berada di tahun politik maka netralitas TNI dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden tahun 2019 adalah komitmen yang harus di pegang teguh. hal-hal yang perlu menjadi perhatian adalah adanya kesamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam mewujudkn sinergi dengan para pemangku kepentingan lainnya guna mengantisipasi perkembangan situasi di tahun politik ini. Selain itu pula, komandan satuan harus mampu mengelola situasi di wilayah masing-masing sehingga pelaksanaan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan Presiden 2019 dapat berjalan dengan aman dan kondusif menjelang, saat dan pasca pelaksanaannya. Pungkas Perwira Tinggi yang fasih berbahasa Inggris dan Jerman ini.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Rakernis Koopsau II TA. 2019