Berita

Rakor Oil Loss C-130 Hercules

Oleh 15 Nov 2018 No Comments
#TNIAU 

TNI AU.   Rakor tentang permasalahan Engine T-56 Oil Loss pada pesawat c-130 Hercules dipimpin langsung  Direktur pemeliharaan pesawat terbang Koharmatau Kolonel Tek Dani Harsono, di ruang rapat Basjir Soerya  Mako Koharmatau, Kamis (15/11).  Rakor ini diselenggarakan dengan tujuan untuk  menemukan solusi penyelesaian dan pemecahan masalah-masalah terkait Engine T-56 Oil Loss pesawat C-130 Hercules.  Sehingga dapat mewujudkan sistem pemeliharaan Oil System  pada pesawat C-130 Hercules yang lebih efektif, efisien, mantap dan terpadu baik antara masing-masing satuan pelaksana pemeliharaan, maupun satuan pelaksana pemeliharaan dengan satuan atas dan pimpinan sebagai penanggung jawab kebijaksanaan pemeliharaan. Muaranya adalah terjaminnya kesiapan dan keandalan alutsista TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutannya Komandan Koharmatau yang dibacakan oleh Dirharpesbang Koharmatau menyampaikan bahwa Kegiatan Stripping dan analisa pada beberapa Engine pesawat C-130 Hercules yang telah dilaksanakan selama kurang lebih tujuh bulan, dengan melakukan  pendataan, pengecekan, analisa dan perbaikan secara terbatas tentunya terdapat beberapa komponen Engine yang tidak berfungsi dengan baik ataupun premature malfunction.

Selanjutanya Dirharpesbang Koharmatau menambahan beberapa alasan/analisa terkait dengan Engine T-56 Oil Lost  yaitu: pertama:  Kegiatan operasional pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 maupun Skadron Udara 32 sangat tinggi, namun dalam pelaksanaan operasional selama kurun waktu kurang lebih 7 (tujuh) bulan terakhir terhitung sejak April s/d Oktober 2018 telah terjadi total 7 (tujuh) kali incident berupa engine oil loss di pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32 sebanyak 6 (enam) kali dan 1 (satu) kali di Skadron Udara 31. kedua:   Berdasarkan  Service Information Letter (SIL) T56 II / III : 91-05 tanggal 31 Juli 1991 tentang Unexplain Oil Loss, dijelaskan bahwa penyebab terjadinya Oil Quantity Drop adalah Oil Loss dan Oil Dumping, yang dapat dirinci sebagai berikut:  Static Oil Leak, Ineffective Scavenge System, and Inner Leak.   

Hasil dari beberapa analisa: 1. bahwa oil loss disebabkan oleh main pressure and scavenge pump fail yang berakibat pada oil tidak bisa bersirkulasi dengan normal, sehingga terjadi oil menumpuk di bagian belakang engine. Selanjutnya pesawat melaksanakan penggantian 1 engine assy.  2. bahwa oil loss disebabkan oleh external rear scavenge pump fail yang berakibat pada oil tidak bisa kembali ke oil tank, sehingga terjadi flooding oil dan terbuang lewat drain must. Selanjutnya pesawat melaksanakan penggantian external rear scavenge pump engine.

Baca juga:  SATPOM Lanud SMH Anjangsana Ke Panti Asuhan Ulpa

Berita Terkait

Komentar