Berita

RAKORLOG ANGKATAN UDARA 2007

Dibaca: 16 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Rakorlog AU 2007;

Pejabat Logistik Komunikasikan Tugas-tugas yang Telah Dilaksanakan, Hadapi Tugas Baru 2008

 

Rapat koordinasi Logistik Angkatan Udara (Rakorlogau) merupakan kegiatan tahunan yang dimanfaatkan sebagai forum untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang telah dilaksanakan oleh jajaran logistik selama satu tahun terakhir, guna menemukan dan mengenali simpul-simpul kekuatan dan kelemahan, untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan tugas-tugas selanjutnya. Sehingga para peserta Rakor diharapkan dapat secara aktif untuk mengkomunikasikan permasalahan dan kendala yang yang dihadapi.

 

Terlebih dalam pelaksanaan Rakorlog ini, setiap pejabat harus mampu memberikan kontribusi melalui pemikiran konstruktif terkait dengan permasalahan seiring dengan adanya sorotan banyak pihak terhadap kinerja pelaksana fungsi logistik, baik di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan TNI.

 

Untuk mendukung pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada TNI Angkatan Udara, fungsi logistik memegang peranan yang sangat menentukan. Institusi yang mengelola Alat Utama Sistem Udara, dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari permasalahan yang sifatnya kompleks, khususnya yang berkaitan dengan sumber daya dan sumber dana yang disediakan untuk menopang sektor pertahanan negara yang demikian luas. Kondisi seperti ini, menuntut pejabat logistik dari tingkat kebijakan hingga tingkat pelaksana untuk bekerja dengan penuh kesunguhan dengan penuh inovasi yang bersandar pada aturan baku yang berlaku.

Baca juga:  PARTISIPASI PRAJURIT TNI AU DI SUBANG PADA KEGIATAN TMMD KE-8

 

Dari kenyataan itu, dengan keterbatasan anggaran, jajaran logistik Angkatan Udara tetap harus melaksanakan dan mengoptimalkan pembinaan personel logistik secara profesional dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Udara. Sehingga seluruh pejabat logistik yang menjadi manajer logistik distrata tugas dijajaran Angkatan Udara diharapkan mampu mengkoordinasikan secara langsung saat berlangsungnya Rakorlog 2007 kali ini.

 

Pembinaan dan dukungan dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara, sampai saat ini harus selalu memperhatikan faktor efisiensi dan efektivitas guna mencapai sasaran yang diinginkan dengan menetapkan skala prioritas bagi masing-masing sasaran. Dengan penetuan prioritas tersebut, Kasau mengharapkan jajaran logistik dapat dengan segera menentukan langkah-langkah konkrit yang tepat, sehingga personel logistik terbangun motivasinya untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Angkatan Udara.

 

Ketelitian mulai dari perencanaan kebutuhan logistik, ketepatan dan kecepatan dalam proses pengadaan dan pendistribusian, kecermatan dalam perawatan dan pemeliharaan hingga keseriusan untuk mengawasi setiap pekerjaan menjadi tanggung jawab penting yang harus senantiasa melekat pada diri pejabat logistik. Tanggung jawab ini menunjukkan tingkat profesionalisme yang tidak boleh diabaikan demi tercapainya sasaran yang direncanakan.

Baca juga:  TIGA PESAWAT TEMPUR F-16 DAN SATU HAWK 200 BERTOLAK DARI LANUD ROESMIN NURJADIN

 

Dalam Rakorlog 2007, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno menekankan, bahwa forum ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkomunikasi dua arah yang efektif, sehingga kendala dan permasalahan yang terjadi selama ini dapat dipecahkan dengan sebaik-baiknya.

 

Demikian sambutan Kasau yang dibacakan oleh Asisten Logistik Kasau Marsekal Muda TNI IB Sanubari, saat pembukaan Rakorlog AU 2007, di Gedung Serba Guna Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (22/11).

 

Kasau juga memberikan pandangan bahwa, saat ini pemerintah telah memiliki perhatian besar terhadap kondisi TNI khususnya Angkatan Udara dengan seluruh kesiapan Alut Sista, meskipun seluruh kebutuhan anggaran yang diperlukan oleh TNI AU, belum dapat dipenuhi, namun hal itu dikarenakan pemerintah masih terfokus pada masalah yang lebih penting, antara lain penanganan musibah dan bencana serta kemiskinan.

 

Harapan besar oleh Kasau bahwa nanti tahun 2009 seluruh kesiapan alutsista dapat dicapai 80 %. Dengan terus meningkatnya kesiapan alut sista tersebut, diharapkan meningkat pula tingkat ketrampilan awak pesawat yang mengarah kepada profesionalisme sumber daya manusia, sehingga accident factor dapat ditekan. Karena setiap incident atau bahkan accident dapat mengakibatkan kerugian materil atau bahkan kehilangan personel.

Baca juga:  Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/Unifil Selesaikan Misi di Lebanon dengan Bravo Zulu

 

Secara garis besar Kasau memberikan prioritas yang perlu mendapat perhatian diantaranya;

 

Jam Terbang. Alokasi jam terbang priorotasnya adalah untuk kepentingan operasi dan latihan serta dukungan terhadap operasi militer selain perang, khususnya dalam mendukung tindakan-tindakan yang berdimensi kemanusiaan.

 

Pemeliharaan alutsista. Adakan evaluasi untuk mengkonversikan beberapa alutsista tua yang fungsi dan peranannya sudah dapat dan akan digantikan dengan alutsista yang lebih baru.

 

Pembinaan Materiil. Dayagunakan semaksimal mungkin setiap materiil yang telah dimiliki, baik dalam bentuk alat peralatan dan suku cadang maupun berbagai barang lainnya dalam gudang-gudang TNI AU.

 

Koordinasi. Lakukan koordinasi dengan instansi-instansi diluar AU yang memiliki kemampuan pemeliharaan alutsista dan komponen-komponennya, untuk membantu memecahkan masalah-masalah pemeliharaan alutsista.

 

Pendayagunaan asset. Dalam setiap pendayagunaan asset, hasilnya harus benar-benar untuk meningkatkan kesiapan operasional satuan. Lengkapi dengan administrasi yang jelas dan tertib, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Penertiban senjata api. Perlu dikaji petunjuk yang berkaitan dengan penggunaan senjata api. Tertib administrasi senjata api merupakan hal yang mutlak harus dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel